Derita Warga Danau Limboto
Warga Pesisir Danau Limboto Gorontalo Tinggal di Tengah Genangan Air dan Hewan Menjijikkan
Warga mengaku pemerintah telah beberapa kali melakukan survei dan mengumpulkan data kependudukan. Namun, hingga kini belum ada solusi konkret yang dib
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-sejumlah-warga-Dembe-membuat-saluran-air.jpg)
"Ada bantuan sembako, tapi itu bukan solusi. Yang kami butuhkan adalah tindakan nyata agar air cepat surut dan kami bisa hidup layak lagi," tegasnya.
Karena tak ingin terus menunggu tanpa kepastian, warga pun mengambil inisiatif sendiri dengan cara menjebol tanggul Danau Limboto dan membuat saluran air darurat menggunakan alat seadanya.
"Kami hanya ingin kembali hidup normal, tidak lagi tidur dalam ketakutan setiap hujan turun," tutup Siswati.
Jebol Tanggul
Selama tujuh terakhir rumah tergenang banjir, sejumlah warga ini pun kini mengambil langkah ekstrem.
Dengan peralatan seadanya, mereka nekat menjebol tanggul di sekitar Danau Limboto pada Rabu (5/3/2025).
Baca juga: Pedagang Perlengkapan Salat di Limboto Gorontalo Raup Cuan di Ramadan 2025
Pantauan TribunGorontalo.com, puluhan warga berbondong-bondong membuat saluran sejak pagi hingga sore tadi.
Mereka menggunakan cangkul, sekop, bahkan tangan kosong demi membuka jalan air yang selama ini menggenangi rumah mereka.
Hujan yang tak henti mengguyur Gorontalo mengubah permukiman Dembe ini seperti desa terapung.
Air hujan menggenangi rumah-rumah. Lantai rumah pun mulai retak, tiang kayu jadi lapuk, dan perabotan rusak.
"Kami sudah tidak tahan. Setiap malam kami tidur dalam ketakutan. Kalau hujan turun sebentar saja, air langsung naik lagi," ungkap Siswati Ibrahim, warga Dembe saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (5/3/2025).(*)