Kamis, 12 Maret 2026

Pemukulan Jurnalis

Jurnalis Tribun Ternate Dipukul Anggota Satpol-PP, Pelaku Kini Ditetapkan Jadi Tersangka

Jurnalis bernama Julfikram Sahadi ini dipukul saat dirinya sedang meliput aksi mahasiswa di halaman Kantor Wali Kota Ternate.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Jurnalis Tribun Ternate Dipukul Anggota Satpol-PP, Pelaku Kini Ditetapkan Jadi Tersangka
TribunTernate.com/istimewa
PEMUKULAN WARTAWAN - M. Julfikram Suhadi, seorang wartawan Tribun Ternate, menjadi korban aksi pemukulan saat sedang meliput aksi di depan Kantor Wali Kota Ternate, Maluku Utara, pada Senin (24/2/2025) sore. Pelaku yang merupakan anggota satpol-PP kini ditetapkan menjadi tersangka 

Tak berselang lama ia melihat seseorang diamankan dari tengah-tengah kerumunan di dalam halaman kator Wali Kota Ternate.

Di dalam pikirannya, seseorang itu adalah salah satu mahasiswa yang melakukan unjuk rasa.

Baca juga: Tangis Anak 3 Tahun Meninggal Usai Disuntik Dokter Magang Gegara Sakit Flu

"Setelah saya melihat ada yang diamankan, saya tidak lagi mendekat ke kerumunan tersebut."

"Dan saya lebih memilih untuk kembali ke depan pintu kantor Wali Kota, "kata Mudasir.

"Namun pada saat saya mau berjalan kesana, saat itu juga saya mendapat lemparan batu dari massa aksi."

"Lemparan batu itu mengenai wajah saya (bagian pipi) sebelah kiri dan menimbulkan bengkak/lebam, "jelasnya.

Emosi karena terkena lemparan batu, Mudasir lalu mengalihkan tujuannya ke seseorang yang diamankan tadi.

Dengan tujuan 'melampiaskan emosinya' karena dipikirannya seseorang itu adalah pengunjuk rasa.

"Tetapi dalam lakukan aksi pemukulan, tangan saya dihalangi orang-orang yang berada di lokasi."

Baca juga: Mahasiswa Kedokteran Gorontalo Riset Cara Belajar Efektif Mata Kuliah Organ Tubuh Manusia

"Sehingga tangan saya tidak mengenainya, dan saat itu langsung diamankan oleh teman-teman petugas," papar Mudasir.

"Setelah saya diamankan, datang seorang ibu/perempuan yang berusaha menarik baju, sehingga saku kiri depan sobek."

"Setelah itu saya diamankan ke dalam pos penjagaan, dan selanjutnya saya berinisiatif untuk kembali menenangkan diri di rumah."

"Oleh karena itu proses pengamanan selanjutnya saya sudah tidak mengetahui lagi, "sambungnya.

Diakhir pemeriksaan, Mudasir mengaku menyesali perbuatannya karena sudah mencederai institusi.

"Saya sangat menyesali tindakan saya pada saat itu, karena telah mencederai nama institusi."

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved