Minggu, 8 Maret 2026

Pemukulan Jurnalis

Jurnalis Tribun Ternate Dipukul Anggota Satpol-PP, Pelaku Kini Ditetapkan Jadi Tersangka

Jurnalis bernama Julfikram Sahadi ini dipukul saat dirinya sedang meliput aksi mahasiswa di halaman Kantor Wali Kota Ternate.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Jurnalis Tribun Ternate Dipukul Anggota Satpol-PP, Pelaku Kini Ditetapkan Jadi Tersangka
TribunTernate.com/istimewa
PEMUKULAN WARTAWAN - M. Julfikram Suhadi, seorang wartawan Tribun Ternate, menjadi korban aksi pemukulan saat sedang meliput aksi di depan Kantor Wali Kota Ternate, Maluku Utara, pada Senin (24/2/2025) sore. Pelaku yang merupakan anggota satpol-PP kini ditetapkan menjadi tersangka 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu jurnalis Tribun Ternate mendapat perlakuan yang tak menyenangkan.

Jurnalis bernama Julfikram Sahadi ini dipukul saat dirinya sedang meliput aksi mahasiswa di halaman Kantor Wali Kota Ternate.

Pemukulan tersebut dilakukan oleh salah satu anggota Satpol-PP yang juga tengah berjaga di lokasi tersebut.

Tak hanya Julfikram saja yang menjadi bahan amukan dari Satpol-PP namun ada satu jurnalis juga yang dipukul.

Julfikram pun menceritakan kejadian yang dialaminya terjadi sekira pukul 15.00 WIT, Senin (24/2/2025).

Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Gorontalo Sudah Tahap II, 9408 Siswa dari 64 Sekolah Tercover

Di mana, kekerasan bermula saat dirinya mengambil gambar aksi masa yang terlibat chaos dengan petugas Satpol PP.

"Saya sedang ambil gambar saat masa aksi mulai chaos. Saat massa dan aparat saling dorong, tiba-tiba tangan saya dipukul," ungkapnya.

Saat tangannya dipukul, lanjut Julfikram, ia sempat marah dan mengatakan ke oknum Satpol PP tersebut bahwa dirinya wartawan.

Namun tiba-tiba, ia dipukul hingga ditendang di bagian rusuk dan wajah dalam kerumuman pihak keamanan.

"Saya liputan dilengkapi id card pers. Dalam kerumunan itu ada polisi dan Satpol PP, dan saya yakin yang pukul itu anggota Satpol PP,” tandasnya.

Baca juga: Horoskop Zodiak Capricorn dan Cancer Besok, Kamis 6 Maret 2025: Cinta, Kesehatan, Karier

Namun, menurut pelaku, Mudasir, Satpol PP Ternate saat itu tengah melakukan pengamanan.

Berselang beberapa lama, unjuk rasa mulai memanas atau menjurus ke arah ricuh.

"Saya bergerak menuju ke depan pintu kantor Wali Kota, untuk turut membantu sesama teman-teman petugas."

"Dengan tujuan melerai kondisi chaos antara massa dan petugas."

"Dan saya pun berada di posisi barisan ketiga (paling belakang) dari teman-teman petugas lainnya, "papar Mudasir menjawab pertanyaan dalam pemeriksaan.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved