Makan Bergizi Gratis Gorontalo
Makan Bergizi Gratis di Gorontalo Sudah Tahap II, 9408 Siswa dari 64 Sekolah Tercover
Hari berharap program MBG mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan siswa di Gorontalo, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lok
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Gorontalo-Potret-makan-bergizi-gratis-di-SDN-74-Kota-Tengah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mulai dilaksanakan secara bertahap di Provinsi Gorontalo dengan melibatkan ribuan siswa dari puluhan sekolah.
Menurut Danrem 133 Nani Wartabone, Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, pelaksanaan MBG telah dimulai sejak 6 Januari 2025 di Kota Gorontalo, kemudian diikuti oleh seluruh kabupaten pada 17 Februari 2025 pada tahap kedua.
Kata Hari pelaksanaan MBG dilakukan bertahap. Launching pertama sudah berlangsung pada 6 Januari 2025 di Kota Gorontalo, dan tahap kedua pada 17 Februari 2025 meliputi seluruh kabupaten di Provinsi Gorontalo.
"Hingga saat ini, total penerima manfaat MBG di Gorontalo mencakup 9.408 siswa dari 64 sekolah," ujar Hari saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (5/3/2025).
Rinciannya, Kota Gorontalo sebanyak 2.987 siswa dari 14 sekolah, Kabupaten Gorontalo Utara 3.234 siswa dari 19 sekolah, Kabupaten Gorontalo 3.187 siswa dari 31 sekolah, serta Kabupaten Pohuwato sebanyak 332 siswa dari 11 sekolah.
Lebih lanjut Hari juga mengatakan untuk mendukung program ini, sebanyak empat dapur umum telah disiapkan di berbagai wilayah, dengan satu dapur dari BGN, dua dapur mandiri dari yayasan, dan satu dapur hasil kerja sama dengan berbagai pihak.
"Dapur-dapur ini tersebar di beberapa titik, seperti di Kodim 1304/Gorontalo yang bekerja sama dengan Yayasan Holonthalo Pangan Bergizi, Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo dengan Yayasan Pondok Pesantren Huffad Malikussalam," jelasnya
"Lalu Kodim 1314/Gorontalo Utara bersama Rumah Nurul Ilm, serta Kodim 1313/Pohuwato yang beroperasi di PT PGP Desa Hulawa," tambahnya
Hari memastikan setiap dapur sudah memenuhi standar kelayakan produksi makanan dalam jumlah besar.
"Dalam satu unit SPPG BGN, terdapat sekitar 50 pegawai yang mampu memproduksi hingga 3.000 porsi per hari," tambahnya.
Selain itu, sumber bahan makanan untuk program MBG akan diperoleh dari UMKM lokal dan berbagai supplier lainnya.
Dengan demikian, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat setempat.
"Pelaksanaan MBG akan terus dilakukan secara bertahap seiring dengan pembangunan dan verifikasi dapur BGN, dapur mandiri, serta yayasan yang terlibat," tuturnya
"Hingga kini, layanan makan gratis masih berjalan setiap hari di sekolah-sekolah yang telah didata dalam radius 1 km dari dapur sehat," tambahnya
Hari berharap program MBG mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan siswa di Gorontalo, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. (*)