Rabu, 4 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Eropa Desak Gencatan Senjata di Ukraina, Trump Bersikap Keras

Negara-negara Eropa, yang dipimpin oleh Inggris dan Prancis, terus mendukung Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan mencoba merancang rencana perdam

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Eropa Desak Gencatan Senjata di Ukraina, Trump Bersikap Keras
FOTO: Justin Tallis via Reuters
PERTEMUAN PRESIDEN - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berpelukan setelah mengadakan pertemuan selama pertemuan puncak di Lancaster House di pusat kota London, Inggris, 2 Maret 2025. 

Namun, para pemimpin Eropa tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan AS. Peter Mandelson, duta besar Inggris untuk AS, menyatakan bahwa hubungan antara Ukraina dan Washington perlu diperbaiki karena

"inisiatif Trump untuk mengakhiri perang adalah satu-satunya opsi yang tersedia."

Trump baru-baru ini berbicara dengan Putin melalui telepon dan kemudian mengumumkan bahwa negosiasi perdamaian akan segera dimulai, mengejutkan Zelenskiy dan sekutu-sekutunya di Eropa.

Eropa Siapkan Strategi Pertahanan Baru

Menghadapi ketidakpastian dukungan AS, para pemimpin Eropa sepakat bahwa mereka harus meningkatkan pengeluaran pertahanan. Uni Eropa akan mengadakan KTT darurat pada Kamis mendatang.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa dia akan menginformasikan negara-negara anggota mengenai rencana memperkuat industri pertahanan dan kemampuan militer Eropa.

"Kita membutuhkan lonjakan besar dalam pertahanan, tanpa keraguan. Kita menginginkan perdamaian yang abadi, tetapi perdamaian hanya dapat dibangun di atas kekuatan," ujarnya.

Sementara itu, Rusia dengan terbuka mengungkapkan kegembiraannya terhadap perubahan sikap AS.

"Kita melihat bahwa Barat mulai kehilangan kesatuannya, dan fragmentasi ini telah dimulai," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

 "Masih ada sekelompok negara yang menjadi 'partai perang' dan ingin terus mendukung Ukraina. Namun, kelompok itu semakin melemah." lanjutnya. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved