Berita Nasional
Tak Hafal Nama Senior, Polisi Muda Polres Baubau Dianiaya Hingga Masuk Rumah Sakit
Kekerasan dalam dunia pendidikan kepolisian seharusnya sudah lama ditinggalkan, dan kasus seperti ini menjadi peringatan agar tidak terulang di masa d
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POLISI-ANIAYA-POLISI-Kiri-Bripda-A-yang-terbarik-sakit-usai-kena-bully-6-seniornya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kasus kekerasan di lingkungan kepolisian kembali mencuat.
Seorang bintara muda Polres Baubau, Bripda A (22), harus dilarikan ke rumah sakit.
Ia mengalami penganiayaan brutal oleh enam seniornya.
Ironisnya, pemicu insiden ini terbilang sepele—korban tidak hafal nama-nama para seniornya.
Peristiwa ini terjadi di barak Dalmas Polres Baubau pada Kamis (21/2/2025) dini hari.
Saat itu, Bripda A bersama delapan rekan seangkatannya tengah beristirahat.
Namun, tiba-tiba enam bintara senior mereka—Bripda F, Bripda RAY, Bripda MAF, Bripda LAM, Bripda A, dan Bripda MA—memasuki barak dan membangunkan mereka secara paksa.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Iis Kristian, para junior diminta berdiri di samping lemari dan diuji hafalan nama-nama senior mereka.
"Yang tidak mengenal nama-nama senior diperbolehkan tidur kembali," kata Iis Kristian.
Namun, bagi Bripda A, situasinya berubah menjadi mimpi buruk.
Alih-alih diperbolehkan kembali beristirahat, ia justru menjadi sasaran kekerasan.
Dianiaya Hingga Luka Serius di Pankreas
Tak hafal nama para seniornya, Bripda A mengalami tindakan kekerasan yang diduga sebagai bentuk "pembinaan" yang kebablasan.
Akibatnya, ia mengalami cedera serius di bagian pankreas dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
"Tindakan ini terlalu berlebihan hingga menyebabkan seorang bintara mengalami luka berat," tegas Iis Kristian.