Berita Internasional

Trump dan Raja Charles Bakal Bertemu, Masa Depan Ukraina Jadi Taruhan?

Jaminan keamanan seperti apa yang dapat dan akan diberikan Trump serta para pemimpin Eropa kepada Ukraina agar kesepakatan penghentian perang tidak me

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
AOE
PERTEMUAN DIPLOMASI - Pangeran Charles dari Inggris, Pangeran Wales (ke-2 dari kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, berfoto di Clarence House, London, pada 3 Desember 2019, menjelang KTT aliansi NATO. AOE Foto Kolase 

Negosiasi Damai Trump-Putin Picu Kegelisahan, Zelensky Siap Bertemu di Gedung Putih

Di tengah kecemasan Ukraina dan negara-negara Eropa terkait potensi negosiasi gencatan senjata langsung antara Donald Trump dan Vladimir Putin, kini para pemimpin dunia lainnya mulai bersuara.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada Rabu.

Keesokan harinya, giliran Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, melakukan diplomasi dan negosiasi dengan Presiden AS tersebut. 

Hari ini, momen puncak diplomasi akan terjadi dengan kunjungan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, ke Gedung Putih.

Pertanyaan terpenting yang menjadi perhatian dunia saat ini: Jaminan keamanan seperti apa yang dapat dan akan diberikan Trump serta para pemimpin Eropa kepada Ukraina agar kesepakatan penghentian perang tidak memberikan peluang bagi Putin untuk melancarkan invasi baru di masa depan?

Trump berpendapat bahwa Ukraina tidak cukup kuat untuk mengusir pasukan Rusia yang saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayahnya.

Namun, jika Zelensky harus mempertimbangkan konsesi teritorial sebagai harga perdamaian, ia harus meyakinkan rakyatnya bahwa Ukraina akan tetap memiliki sekutu yang cukup kuat dengan kekuatan militer dan keteguhan yang mampu menangkal serangan Rusia di masa depan.

Satu pelajaran penting yang bisa diambil dari dua bulan terakhir adalah: Apa pun yang dikatakan para pemimpin dunia secara publik mengenai apa yang dapat diterima atau tidak, itu hanyalah bagian dari negosiasi diplomatik.

Yang benar-benar penting adalah bahasa tertulis dari setiap kesepakatan yang dicapai serta kemampuan dan kesediaan pihak luar untuk menegakkannya. Untuk itu, dunia akan terus mengamati dengan seksama.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved