Berita Internasional
Trump dan Raja Charles Bakal Bertemu, Masa Depan Ukraina Jadi Taruhan?
Jaminan keamanan seperti apa yang dapat dan akan diberikan Trump serta para pemimpin Eropa kepada Ukraina agar kesepakatan penghentian perang tidak me
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerima undangan dari Raja Charles untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris.
Undangan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, saat kunjungannya ke Gedung Putih pada Kamis.
"Ini benar-benar sesuatu yang spesial. Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Starmer kepada Trump sambil menyerahkan surat undangan resmi dari Raja Charles.
Trump menyatakan akan menerima undangan tersebut dan melakukan kunjungan kenegaraan bersama Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump.
"Jawabannya adalah ya... Kami menantikan untuk berada di sana dan menghormati sang raja serta negara," kata Trump seperti dikutip dari Reuters.
Menurut Reuters, undangan ini akan menjadikan Trump sebagai "pemimpin politik terpilih pertama dalam sejarah modern yang mendapatkan dua kunjungan kenegaraan oleh seorang raja Inggris."
Sebelumnya, Trump telah melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari pada Juni 2019 atas undangan Ratu Elizabeth II.
Namun, kunjungan ini tidak hanya bernuansa seremonial.
Trump dan Starmer dijadwalkan membahas isu krusial mengenai invasi Rusia ke Ukraina.
Trump telah memberikan sinyal bahwa ia akan menarik kehadiran militer Amerika Serikat dari Eropa serta merencanakan pembicaraan dengan Moskow tanpa melibatkan Ukraina maupun Eropa.
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Trump mungkin akan memutuskan hubungan transatlantik yang telah terjalin selama beberapa dekade.
Starmer tiba di Washington pada Rabu malam untuk memperkuat hubungan diplomatik setelah kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Negara-negara Eropa semakin khawatir bahwa Trump akan membuat kesepakatan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang berpotensi merugikan Ukraina dalam negosiasi damai.
Dalam pertemuan dengan Trump, Starmer ingin menegaskan peran Inggris sebagai "jembatan" antara Eropa dan Amerika Serikat guna memastikan bahwa penyelesaian konflik yang dirundingkan akan memberikan jaminan keamanan dan teritorial bagi Ukraina.
Dengan latar belakang politik dan keamanan yang kompleks, kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris ini bukan sekadar seremoni kehormatan, tetapi juga menjadi momen penting yang berpotensi menentukan arah kebijakan global ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERTEMUAN-DIPLOMASI-Pangeran-Charles-dari-Inggris-Pangeran-Wales-ke-2-dari-kanan.jpg)