Paus Fransiskus Sakit
Fakta-fakta Paus Fransiskus Alami Sakit Berat, Kondisi Terbaru hingga Kemungkinan Mengundurkan Diri
Pemimpin Gereja Katolik itu hingga sekarang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Gemelli, Roma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Kesederhaan-Paus-Fransiskus-menampar-Indonesia.jpg)
Fransiskus tidak mengalami krisis pernapasan lagi sejak Sabtu malam, namun tetap menerima oksigen dengan aliran tinggi.
Dokternya mengungkapkan bahwa kondisi klinis Paus masih kompleks dan membutuhkan pemantauan lebih lanjut, sehingga prognosisnya tetap dijaga.
Baca juga: Profil Ridwan Yasin, Calon Bupati Gorontalo Utara yang Didiskualifikasi MK karena Status Terpidana
2. Tingkat Keparahan Kondisi Paus Fransiskus
Paus Fransiskus memiliki riwayat masalah paru-paru.
Di masa mudanya, ia pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru.
Usianya yang sudah lanjut serta riwayat kesehatannya membuat infeksi ini semakin mengkhawatirkan.
Dokter memperingatkan bahwa sepsis, infeksi darah parah yang dapat terjadi akibat komplikasi pneumonia, masih menjadi ancaman utama bagi kesehatannya.
Namun, tidak ada laporan sepsis dalam pembaruan medis Vatikan.
Perawatan ini merupakan yang terlama bagi Paus Fransiskus sejak ia terpilih sebagai paus pada Maret 2013.
Sergio Alfieri, ahli bedah yang merawatnya, menyebutkan bahwa Paus menyadari kerapuhan kesehatannya dan menyadari bahwa kesehatannya dalam kondisi yang tidak pasti.
"Ia mengatakan kepada kami bahwa kedua pintu terbuka," ujar Alfieri.
3. Riwayat Masalah Kesehatan Paus Fransiskus
Selama bertahun-tahun, Paus Fransiskus telah mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk:
Masalah paru-paru dan pernapasan: Pada usia 21 tahun, Paus Fransiskus didiagnosis menderita radang selaput paru-paru dan harus menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya.
Sejak 2023, ia mengalami flu berulang serta masalah pernapasan lainnya.
Cedera akibat jatuh: Pada Desember 2024, Paus mengalami jatuh yang mengakibatkan memar di dagunya, dan pada Januari 2025, ia kembali jatuh hingga melukai lengannya.
Operasi usus besar dan perut: Pada Juli 2021, ia menjalani operasi besar selama enam jam untuk mengatasi divertikulitis.