Berita Viral
273 Mahasiswa di Sumut Ditipu Pembayaran UKT, Modus Bebas Antre Pakai Agen Palsu
Sebanyak 273 mahasiswa di Sumatera Utara (Sumut) kena penipuan. Penipuan tersebut berkedok pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang bebas antre.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/gsfnrfgn.jpg)
"Adapun cara tersangka Nanda membuat slip pembayaran bank, mencetak sendiri menggunakan printer."
"Kemudian tersangka juga membuat stempel disertai tandatangan teller bank usai mendapat data mahasiswa dari tersangka Andrian," kata AKBP Wira, Sabtu (22/2/2025), dikutip dari Kompas.com.
Keuntungan dari skema ini dibagi dengan porsi 65 persen untuk Nanda dan 35 persen untuk Andrian.
Dalam mengungkap kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti.
Baca juga: Vokalis Band Sukatani Dipecat Jadi Guru, Kini Viral Karena Dapat Pekerjaan Baru dari Bupati
Barang bukti di antaranya satu unit Vespa Sprint yang diduga berasal dari hasil kejahatan, 32 helai pakaian pria, satu unit ponsel, satu blok faktur pembayaran bank palsu, serta satu unit komputer.
Kapolres menegaskan bahwa kedua pelaku dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman hingga empat tahun penjara.
Kepolisian juga mengimbau mahasiswa yang merasa menjadi korban untuk segera melapor.
Respons Rektor
Menanggapi kejadian ini, Rektor UMTS, Muhammad Darwis, menjelaskan bahwa pembayaran UKT secara manual rawan terhadap manipulasi.
Baca juga: Viral SK CPNS Pemprov dan Kabupaten Ditangguhkan hingga 2026, Begini Penjelasan BKN
Menurutnya, jika pembayaran dilakukan melalui portal resmi UMTS, maka risiko seperti ini dapat dihindari.
“Sesuai SOP, mahasiswa harus membayar tagihan melalui portal resmi UMTS."
"Jika pembayaran dilakukan melalui invoice, tidak akan ada masalah. Namun, pembayaran manual tidak terintegrasi secara otomatis dengan sistem bank,” jelas Darwis, dilansir Kompas.com.
Untuk mengungkap kasus ini, pihak kampus telah melakukan audit sejak 2024 setelah menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan.
Darwis mengatakan pihaknya saat ini tengah bekerja sama dengan pihak bank untuk mengungkap kasus ini.
Baca juga: Guru di Jember Viral di Tiktok Karena Video 5 Menit, Siapakah dia?
Setelah ditelusuri lebih dalam, ditemukan bahwa total selisih dana yang tidak disetorkan ke kampus mencapai Rp1,2 miliar untuk tahun akademik 2023-2024.
Tak hanya itu, sejumlah mahasiswa juga dipanggil untuk memberikan keterangan.
Lebih lanjut, ia berharap mahasiswa lebih berhati-hati lagi jika ingin melakukan transaksi.
“Jangan mencari jalan pintas yang berpotensi merugikan diri sendiri dan kampus,” lanjut Darwis.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com