Kamis, 12 Maret 2026

Ramadan Gorontalo

Mulai Terjadi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Gorontalo Jelang Ramadan, Harga Melonjak!

Dengan Ramadan yang semakin dekat, warga Gorontalo berharap agar distribusi LPG 3 kg bisa lebih lancar dan harga kembali stabil, sehingga masyarakat d

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Mulai Terjadi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Kabupaten Gorontalo Jelang Ramadan, Harga Melonjak!
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com
GAS LPG LANGKAH--Sejumlah warga keluhkan kelangkaan LPG jelang Ramadan 2025. Bahkan harga gas LPG 3 Kilogram (Kg) melambung sangat tinggi. Saat ini harga gas LPG eceran dari harga Rp30-Rp-35 ribu. Bahkan katanya ada yang bisa sampai Rp50 ribu, Senin (24/2/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menjelang Ramadan 2025, kelangkaan gas LPG 3 kilogram semakin dirasakan oleh warga Kabupaten Gorontalo, Senin (24/2/2025).

Tak hanya sulit didapat, harga gas bersubsidi ini juga mengalami lonjakan drastis, membuat banyak pedagang kecil mengeluh.

Saira Tamimu, seorang pedagang di Pasar Tradisional Kayu Bulan, mengungkapkan kelangkaan ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu minggu terakhir.

Ia mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di pangkalan resmi dengan harga normal.

"Iya pak, untuk LPG 3 kg sudah langka jelang Ramadan ini," ujarnya kepada Tribun Gorontalo, Senin (24/2/2025).

Biasanya, ia membeli gas di pangkalan dengan harga Rp18 ribu per tabung.

Namun, karena stok di pangkalan sering kosong, ia terpaksa membeli di kios eceran dengan harga yang jauh lebih mahal.

"Kalau di kios, harganya bisa mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung. Bahkan ada yang menjual sampai Rp50 ribu. Mahal sekali pak, baru sudah mahal sering tidak ada juga," keluhnya.

Sebagai pedagang makanan dan kopi di Pasar Kayu Bulan, Saira sangat bergantung pada gas LPG untuk keperluan usahanya.

Ia mengatakan bahwa satu tabung gas hanya bertahan tiga hari, tetapi di pangkalan ia tidak diperbolehkan membeli lebih dari satu tabung karena aturan satu orang satu KTP.

"Saya butuh lebih dari satu tabung, tapi di pangkalan tidak bisa ambil dua. Kami pedagang kecil sangat terdampak," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Syamsudin Maruf, seorang pedagang ayam potong di Kayu Bulan.

Ia mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG yang menjadi kebutuhan utama usahanya.

"Kalau hanya harga yang naik saya tidak masalah, tapi ini sudah mahal dan susah dicari," katanya.

Dalam sehari, ia bisa menghabiskan satu tabung gas untuk operasionalnya. Namun, menjelang Ramadan, permintaan ayam potong meningkat, sehingga ia membutuhkan lebih banyak stok gas LPG.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved