Jumat, 27 Maret 2026

Berita Viral

Warga Histeris Kades Ini Kesakitan Ditusuk Orang Tak Dikenal saat Acara Aqiqah, Polisi Turun Tangan

Kepala Desa (Kades) ini tiba-tiba kesakitan gegara ditusuk oleh orang tak dikenal. Penusukan itu terjadi di salah satu acara aqiqah milik warga.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Warga Histeris Kades Ini Kesakitan Ditusuk Orang Tak Dikenal saat Acara Aqiqah, Polisi Turun Tangan
DOK. ISTIMEWA via KOMPAS.com
PENUSUKAN - Kepala Desa Ulak Segelung Ogan Ilir dipapah warganya usai menjadi korban luka tusuk oleh diduga warganya sendiri, Sabtu (22/2/2025). Ibu-ibu pun sempat panik. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kepala Desa (Kades) ini tiba-tiba kesakitan gegara ditusuk oleh orang tak dikenal.

Penusukan itu terjadi di salah satu acara aqiqah milik warga.

Seketika, warga yang berada dekat dengan Kades itu pun histeris.

Bahkan, polisi pun ikut turun tangan.

Baca juga: Vokalis Band Sukatani Dipecat Jadi Guru, Kini Viral Karena Dapat Pekerjaan Baru dari Bupati

Dilansir dari TribunJatim.com, Korban ialah Mamad.

Mamad merupakan Kepala Desa Ulak Segelung, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Ia mengalami luka di punggung akibat ditusuk dengan senjata tajam oleh orang yang identitasnya belum diketahui.

Insiden tersebut terjadi saat Mamad menghadiri acara sedekah aqiqah putra salah seorang warganya pada Sabtu (22/2/2025).

Baca juga: Viral SK CPNS Pemprov dan Kabupaten Ditangguhkan hingga 2026, Begini Penjelasan BKN

Dalam video yang beredar di media sosial, Mamad tampak dikerumuni oleh warga, terutama ibu-ibu, yang terlihat panik dan berusaha membantu.

Mereka terlihat memegang bahu Mamad, yang diduga menjadi lokasi luka tusuk.

Salah satu suara dari kerumunan terdengar meminta agar Kades Mamad segera dibawa ke rumah sakit.

“Cepat bawa ke rumah sakit,” ujar suara tersebut, dikutip dari Kompas.com.

Kapolsek Indralaya, AKP Junardi, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyatakan personelnya telah berada di lokasi kejadian dan sedang menuju rumah yang diduga milik pelaku.

Namun, pelaku tidak ditemukan di lokasi dan pencarian masih dilakukan.

Baca juga: Guru di Jember Viral di Tiktok Karena Video 5 Menit, Siapakah dia?

“Personel sudah ke rumah pelaku, pelaku tidak ada di lokasi dan masih dilakukan pencarian,” terang AKP Junardi.

Sementara itu, Kades Mamad telah dirujuk ke rumah sakit di Palembang untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Sementara itu, kisah mantan kades pilih kerja di Jepang usai mundur dari jabatan kepala desa ini viral di media sosial.

Ia adalah Dodi Romdani.

Dodi merupakan mantan Kepala Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, Jawa Barat.

Baca juga: Viral Kades Cisadane Gorontalo Utara Diancam Warga Pakai Arit, Ternyata Ini Duduk Perkaranya

Dodi Romdani menjelaskan keputusannya mundur dari jabatan kepala desa dan memilih menjadi pekerja migran Indonesia di Jepang.

Keputusan ini diambil karena kebutuhan ekonomi.

"Insya Allah iktikad dan tujuannya baik, saya ingin nambah rezeki, dan saya punya tujuan ingin merehab masjid (di kampungnya)," kata Dodi saat ditemui di rumahnya, di Desa Sukamulya, Jumat (14/2/2025).

Dodi diwawancara Kompas.com di rumahnya karena ia cuti dahulu untuk pulang kampung.

Ia menceritakan, dirinya menjabat sebagai kepala desa hampir 6 tahun.

Namun, seiring berjalannya waktu, kebutuhan ekonominya semakin bertambah

Baca juga: Terhimpit Ekonomi, Nenek di Karanganyar Viral Karena Nekat Jual Judi Cap Ji Kia di Warung Makan

"Anak semakin besar, butuh biaya juga," katanya.

Atas dasar kebutuhan itu, Dodi berpikir untuk kembali bekerja di Jepang.

Ia pernah bekerja pada perusahaan pembuat kapal di Jepang tahun 2008-2013.

Kebetulan, banyak temannya yang sudah tiga atau empat kali bekerja di Jepang.

Bahkan, ada temannya yang sudah tinggal di sana.

"Saya kembali menjalin komunikasi dan menanyakan apakah ada pekerjaan di sana atau enggak," kata Dodi.

Hasil komunikasi tersebut, temannya menyampaikan mantan bosnya dulu ingin bertemu.

Baca juga: Demi Jadi Perwira, Polisi di Sumut Viral Gara-gara Tipu Polisi, Korban Kehilangan Uang Rp850 Juta

"Si bos menanyakan saya, dan ada pekerjaan, sibuk pekerjaan, sehingga saya ditawarkan," jelasnya.

Tahun 2023, ia bertemu mantan bosnya di Bandung.

"Alhamdulillah ada komunikasi sehingga ada iktikad saya tahun 2023 ingin berangkat ke Jepang," kata Dodi.

Sepulang bertemu bosnya, Dodi mengomunikasikan keinginannya ini kepada tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga MUI di kampungnya.

Hasilnya, mereka melarang Dodi untuk berangkat tahun 2023.

"Karena jabatan (kades) masih ada setahun lagi. Selesaikan dulu," kata Dodi menirukan ucapan MUI dan tokoh masyarakat.

Baca juga: Ibu Hamil di Kotasari Viral Gegara Ngidam Pingin Ditilang Polisi, Girang saat Terwujud

"Selesaikan dulu 6 tahun, setelah itu silakan kalau mau berangkat ke Jepang," kata Dodi sembari mengatakan saat itu masa jabatan kepala desa masih 6 tahun, belum 8 tahun.

Sambil menyelesaikan masa jabatannya, Dodi tetap menjalin komunikasi dengan temannya di Jepang.

Kemudian, pada 2024, ada informasi bahwa ia diterima di perusahaan perkapalan Jepang.

"Sambil berjalan waktu, saya proses kepengurusan berangkat ke Jepang. Setelah A1 saya keterima di perusahaan Jepang, saya juga memproses surat pengunduran diri, tahapannya dari BPD, kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabaghukum Setda Ciamis," beber Dodi.

Ia mengajukan pengunduran diri mulai September 2024 hingga Oktober 2024.

Baca juga: Kue Bika Ambon Viral Disebut karena Berkutu, Ini Tanggapan Pengusaha

Setelah pengunduran dirinya diproses Pemda, Dodi akhirnya menerima SK pengunduran diri.

Ia pun pergi ke Jepang pada 16 November 2024.

Sontak saja, keputusan Dodi Romdani tersebut banjir dukungan dari warganet.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: TribunJatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved