Pelantikan Gubernur Gorontalo
Profil Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo Perempuan Pertama yang Telah Dilantik
Walaupun usianya telah menginjak 60-an tahun, tapi untuk masalah pemerintahan dan rakyat dirinya tetap energik dan penuh semangat.
Penulis: Redaksi | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdrhsbrjh.jpg)
Jadi Wakil Gubernur Gorontalo Terpilih, Idah Syahidah: Perempuan Juga Mampu
Idah Syahidah menyampaikan pesan singkat yang menjadi sorotan.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk berperan aktif di dunia politik.
"Ini menunjukkan jika perempuan juga mampu duduk di politik," ujar Idah dengan penuh percaya diri.
Ia juga mengajak para perempuan Gorontalo untuk lebih berani mengambil peran dalam dunia politik dan pemerintahan.
"Jangan takut untuk mencoba. Perempuan bisa berkontribusi besar dalam pembangunan," ujarnya dalam acara penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Terpilih di Pilkada 2024, Kamis (9/1/2024).
Penjaga Rumah Pribadi Wakil Gubernur Gorontalo Ungkap Sosok Asli Idah Syahidah Rusli Habibie
Seorang penjaga rumah pribadi milik Idah Syahidah Rusli Habibie membeberkan sosok asli dari Wakil Gubernur Gorontalo perempuan pertama.
Namanya Samsudin Katili, bekerja sebagai penjaga rumah milik Idah selama kurun waktu 15 tahun.
Baca juga: Visi Misi Gusnar Ismail - Idah Syaidah Sudah Ditetapkan Jadi Gubernur dan Wagub Terpilih Gorontalo
Kata Samsudin, Idah memiliki sifat yang jarang diketahui oleh banyak orang.
Meskipun namanya telah dikenal oleh warga Gorontalo, namun sikap aslinya tak ada yang tahu.
Kepada TribunGorontalo.com, Samsudin mengungkapkan bagaimana Idah memperlakukan penjaga rumah dan para asisten rumah tangganya (ART).
Idah memiliki sikap tegas apalagi jika hal itu menyangkut pekerjaan.
Namun dibalik ketegasannya itu, Idah memiliki hati yang lembut.
Baca juga: Jadi Wakil Gubernur Gorontalo Terpilih, Idah Syahidah: Perempuan Juga Mampu
"Beliau ini kan dari Jawa, Solo, jadi Jawa nya, Jawa lembut, hampir mirip dengan orang Gorontalo," beber Samsudin, Kamis (20/2/2025).
"Ibu kalau marah cuma pada saat itu, tapi setelah itu sudah," tambahnya.
Maka hal itu membuat Samsudin bertahan menjadi penjaga rumah Idah sejak tahun 2010 silam. (*)