Maling Diamuk Warga
Polisi Ungkap Detik-detik Meninggalnya Residivis Curanmor di Kota Gorontalo, Sempat Kejang-kejang
Seorang pria terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meninggal dunia setelah diamankan oleh pihak kepolisian di Kota Gorontalo
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-seorang-pria-berinisial-RL.jpg)
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak keluarga tetapi mereka menolak untuk dilakukan autopsi. Sehingga, penyebab kematiannya belum dapat diketahui secara pasti," tambah Kapolresta.
Sementara itu, diketahui bahwa sebelum ditangkap di Kota Gorontalo, Rio juga tengah diburu oleh tim Resmob Polresta Manado.
Rio terlibat kasus curanmor di Sulawesi Utara. Ia juga merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan.
"Jika ada seseorang yang dicurigai sebagai pelaku tindak pidana, segera laporkan ke pihak kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku," tutupnya.
Keterangan warga
Hartono Badaru, warga Kelurahan Bugis, mengungkapkan kekesalannya terhadap isu bahwa terduga pelaku curanmo tewas diamuk massa.
Ia mengaku sempat berkomunikasi langsung dengan terduga pencuri saat bersembunyi di atap Masjid Al-Jauhar.
"Tidak ada satu pun warga yang memukul maling itu. Kalau dibilang meninggal karena diamuk massa, pertanyaannya, massa yang mana?" ujar Impo kepada TribunGorontalo.com, Minggu (16/2/2025) sore.
Impo menuturkan bahwa ia sendiri yang membujuk pelaku agar mau turun dari atap masjid. Ia bahkan memberikan jaminan keselamatan kepada pelaku agar tidak dianiaya warga.
"Saya yang bicara langsung dengan dia di atas atap. Saya bilang, tidak ada yang akan memukul, saya yang jadi jaminannya," ungkapnya.
Setelah merasa aman, pria tak berbaju itu akhirnya turun dari atap masjid.
"Saat kami serahkan ke polisi, dia baik-baik saja, tidak ada luka, wajahnya masih mulus. Tidak ada memar sama sekali. Warga tidak mengeroyoknya," tegas Impo.
Warga Kampung Bugis kini bertanya-tanya bagaimana pelaku bisa meninggal setelah diamankan polisi. Mereka merasa difitnah dan tidak terima dituduh sebagai penyebab kematian pelaku.
"Kami heran, kok bisa meninggal? Saat kami serahkan ke polisi, dia dalam keadaan sehat. Kami tidak tahu apa yang terjadi setelah itu, yang jelas bukan karena dikeroyok warga," jelasnya.
Warga berharap pihak berwenang segera memberikan klarifikasi terkait penyebab kematian pelaku agar tidak ada kesalahpahaman yang merugikan masyarakat Kelurahan Bugis.