Maling Diamuk Warga
Polisi Ungkap Detik-detik Meninggalnya Residivis Curanmor di Kota Gorontalo, Sempat Kejang-kejang
Seorang pria terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meninggal dunia setelah diamankan oleh pihak kepolisian di Kota Gorontalo
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-seorang-pria-berinisial-RL.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang pria terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meninggal dunia setelah diamankan oleh pihak kepolisian di Kota Gorontalo pada Sabtu (15/2/2024) dini hari.
Pria tersebut diketahui bernama Mario Langi alias Rio, yang berasal dari Sulawesi Utara.
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana menegaskan pihaknya masih mendalami penyebab kematian.
"Kami masih menyelidiki apakah ada keterlibatan warga atau pihak lain dalam peristiwa ini," tegasnya.
Kronologi versi kepolisian
Kapolresta menjelaskan kronologi detik-detik Rio meninggal dunia.
Awal mula, Rio diduga hendak melakukan transaksi jual beli sepeda motor di kawasan Alfamart, Kelurahan Bugis, Kota Gorontalo pada Jumat (14/2/2025) malam.
Warga yang mencurigai gerak-gerik Rio dan meneriakinya sebagai pencuri.
Rio merasa terdesak sehingga ia melarikan diri dan bersembunyi di Masjid Al-Jauhari.
"Pelaku sempat naik ke atap masjid selama sekitar dua jam sebelum akhirnya terjadi pengejaran dan pengepungan oleh warga," ungkap Kapolresta.
"Setelah itu, ada telepon ke piket Polresta Kota, dan anggota kepolisian datang untuk mengamankan pelaku," tambahnya.
Rio lantas diamankan ke Polresta Gorontalo Kota.
Sekitar pukul 02.30 WITA, Rio meminta air minum. Namun, tak lama kemudian ia mengalami kejang-kejang. Polisi segera membawanya ke rumah sakit.
"Sayangnya dalam perjalanan menuju rumah sakit, ia tidak tertolong," jelas Ade.
Ade menyebut Rio mengalami luka di bagian belakang tubuhnya.
Namun, penyebab pasti kejang-kejangnya belum bisa dipastikan.