Perekonomian Gorontalo
Belanja Ibu Rumah Tangga Naik, Ekonomi Gorontalo Ikut Tumbuh di Akhir 2024
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya belanja rumah tangga, terutama saat perayaan Natal dan Tahun Baru.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/EKONOMI-2025-Kepala-Perwakilan-Bank-Indonesia-Provinsi-Gorontalo-Bambang-Satya-Permana.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Perekonomian Gorontalo menunjukkan pertumbuhan positif pada akhir 2024 dengan kenaikan sebesar 4,44 persen dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah meningkatnya belanja rumah tangga, terutama saat perayaan Natal dan Tahun Baru.
Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga di Gorontalo tumbuh 3,39 persen (yoy).
Baca juga: Terungkap Motif ART Culik Anak Majikan di Tangerang Selatan, Ternyata Ingin Memiliki Anak
Peningkatan ini terjadi karena masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, lebih banyak berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari serta persiapan perayaan akhir tahun.
"Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga yang tumbuh 3,39 persen (yoy) turut menopang pertumbuhan ekonomi," ujar Bambang kepada wartawan, di Working Space Botubarani, Lt 3, KPwBI Provinsi Gorontalo, Jumat (14/2/2025).
Sektor perdagangan pun ikut merasakan dampaknya dengan meningkatnya aktivitas belanja di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan.
Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi Gorontalo juga didukung oleh sektor pertanian dan konstruksi.
Sektor pertanian mengalami pertumbuhan 5,68 persen berkat panen jagung yang melimpah.
Sementara sektor konstruksi tumbuh 7,34 persen karena adanya pembangunan fasilitas pertambangan dan industri pengolahan di Pohuwato.
Baca juga: Tersangka Thomas Lembong Mengeluh: Buat Saya Agak Lama Prosesnya
Tidak hanya belanja rumah tangga yang meningkat, investasi di Gorontalo juga tumbuh sebesar 5,2 persen, terutama di sektor pertambangan dan industri.
Sementara itu, belanja pemerintah daerah naik 1,57 persen mengikuti siklus tahunan realisasi anggaran.
Meskipun ekonomi bertumbuh, harga-harga justru mengalami penurunan.
Sepanjang tahun 2024, Gorontalo mencatat deflasi sebesar 0,79 persen, yang berlanjut pada Januari 2025 dengan deflasi 1,52 persen.
Hal ini tidak terlepas dari berbagai program pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga.
Contohnya seperti mendorong masyarakat menanam cabai sendiri serta kerja sama antar daerah untuk menjaga pasokan bahan pokok.