Minggu, 22 Maret 2026

Berita Nasional

Demi Naikkan Stok Cadangan Pangan, Pemerintah Akan Impor 200 Ribu Ton Gula Kristal

Pemerintah Indonesia berencana akan mengimpor 200 ribu ton gula kristal. Hal itu dilakukan untuk pemenuhan stok cadangan makanan.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Demi Naikkan Stok Cadangan Pangan, Pemerintah Akan Impor 200 Ribu Ton Gula Kristal
WARTAKOTA/Nur Ichsan
IMPOR GULA - Pekerja sedang mengemas gula pasir ukuran satu kilogram. Pemerintah berencana impor gula seberat 200 ribu ton untuk pemenuhan stok cadangan pangan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Indonesia berencana akan mengimpor 200 ribu ton gula kristal.

Hal itu dilakukan untuk pemenuhan stok cadangan pangan.

Gula di Indonesia sebenarnya tercukupi, namun pemerintah tak mau mengambil resiko.

Sehingga pemerintah memutuskan akan mengimpor gula.

Baca juga: Marten Taha Jamin Stok Pangan di Kota Gorontalo Aman

Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, 200 ribu ton gula mentah tersebut akan datang secara bertahap.

"Sekitar 200 ribu ton raw sugar, datangnya tahun ini secara bertahap. Tapi jaminannya, jangan sampai petani harganya jatuh," kata Arief usai Rakortas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dikutip dari siaran pers pada Kamis (13/2/2025).

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang ia terima, harga gula mulai bergerak naik.

BPS melaporkan, pada pekan pertama Februari 2025, terjadi penambahan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga gula pasir.

Baca juga: Sagu di Gorontalo Utara Bisa Jadi Alternatif Pangan Selain Beras, Karbohidratnya Tinggi

Pada pekan ketiga Januari ada 118 kabupaten/kota. 

Lalu, pada pekan kelima Januari, bertambah menjadi 153 kabupaten/kota.

Arief menekankan bahwa gula yang diimpor ini dalam rangka menaikkan stok yang dipegang pemerintah dan didatangkan bukan dalam bentuk Gula Kristal Putih (GKP).

"Bukan karena kekurangan produksi karena kita masih cukup sekitar 4 sampai 5 bulan. Namun kita tidak boleh ambil risiko untuk CPP," ujar Arief.

Stok CPP dalam bentuk gula pasir per 12 Februari total ada 34 ribu ton.

Stok tersebut dikelola oleh ID FOOD sejumlah 22 ribu ton dan Perum Bulog sebanyak 12 ribu ton.

Baca juga: Dukung Program Swasembada Pangan di Gorontalo, Pemerintah Berupaya Tingkatkan Indeks Pertanaman

Jika dibandingkan dengan rerata kebutuhan konsumsi bulanan yang sekitar 235 ribu ton per bulan, maka stok CPP gula berada di kisaran ketercukupan 14,47 persen.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved