Banjir di Kabupaten Gorontalo
Kelurahan Kayubulan Gorontalo Terendam Banjir, Warga Diserang Kutu Air hingga Kehabisan Stok Pangan
Sejumlah rumah di Kelurahan Kayubulan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, hingga kini masih terendam banjir.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-di-Kelurahan-Kayubulan-Kabupaten-Gorontalo-Rabu-522025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah rumah di Kelurahan Kayubulan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, hingga kini masih terendam banjir.
Warga menggunakan perahu untuk kebutuhan mobilitas.
Beberapa warga mengungsi ke rumah tetangga yang airnya sudah mulai surut.
Pantauan di lapangan, Selasa (5/2/2025), air masih setinggi lutut orang dewasa. Namun semakin mendekati Danau Limboto, air bisa setinggi perut orang dewasa.
Rusmin Abdullah, warga Kayubulan, mengungkapkan hingga kini ia bersama suaminya mengungsi di rumah tetangga
Sebab, rumah mereka masih terendam banjir dan belum bisa untuk ditempati.
"Saya sekarang tinggal di rumah tetangga karena rumah belum bisa ditinggali," ungkapnya saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Rabu (5/2/2025).
Apalagi saat ini kondisinya semakin sulit karena suaminya sudah lama menderita penyakit stroke.
Mereka terpaksa harus bertahan dulu di rumah tetangga sampai air danau surut.
"Saya dengan suami tinggal di rumah tetangga, suami saya sudah lima tahun kena stroke," jelasnya.
Sementara anak-anaknya saat ini sedang merantau di Ternate, Maluku.
Oleh karena itu, ia sangat berharap uluran tangan dari pemerintah.
"Apapun bantuan yang diberikan kalau ada saya ambil," ujarnya.
Baca juga: Adhan Dambea Akan Berkantor di AD Center Setiap Sabtu-Minggu, Dengar Aspirasi Warga Kota Gorontalo
Di tempat yang sama, Syamsudin Saleh menuturkan pemerintah hanya memberikan bantuan makanan selebihnya belum ada.
"Kalau banjir sekarang setahu saya hanya makanan, selebihnya saya tidak tahu," katanya.