Banjir di Kabupaten Gorontalo
Kelurahan Kayubulan Gorontalo Terendam Banjir, Warga Diserang Kutu Air hingga Kehabisan Stok Pangan
Sejumlah rumah di Kelurahan Kayubulan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, hingga kini masih terendam banjir.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-di-Kelurahan-Kayubulan-Kabupaten-Gorontalo-Rabu-522025.jpg)
Seperti tahun-tahun kemarin pemerintah sempat memberikan bantuan berupa selimut, makanan kepada warga namun saat ini baru diberikan bantuan makanan.
"Kalau tahun-tahun kemarin ada bantuan, seperti selimut, makanan juga diberikan," ucap Syamsudin
Sementara itu, Nani Abdullah warga asal Kayubulan menuturkan di lokasi ini sering terdampak banjir, saat ini airnya sudah mulai surut.
"Alhamdulillah sekarang air sudah mulai surut tapi kalau hujan jatuh lagi, pasti banjir lagi," terangnya.
Nani sebelumnya memang tinggal di Kayubulan namun saat ini sudah menikah dengan warga Hunggaluwa, ia sudah tinggal di sana.
Saat ini rumahnya pun masih terendam banjir.
"Saya di Hunggaluwa tinggal di dego-dego yang kami buat karena rumah belum bisa jadi tempat untuk tidur," bebernya.
Saat ini kata dia, sejumlah warga terdampak banjir di Kayubulan dan Hunggaluwa belum mendapat bantuan dari pemerintah.
Padahal ia sangat mengharapkan bantuan obat-obatan, sebab saat ini mereka sudah diserang penyakit kutu air.
"Kami hanya butuh obat-obatan, ini kaki saya sudah kena penyakit kutu air," tambahnya.
Sejumlah warga pun mengeluhkan hal yang sama. Beberapa di antaranya meminta bantuan obat-obatan, makanan.
Mereka mengatakan saat ini mereka belum mendapatkan bantuan, padahal di wilayah lain yang terdampak banjir justru mendapatkan bantuan.
Informasi dari warga hingga saat ini masih sekitar 10 rumah yang terendam air. (*)