Sabtu, 21 Maret 2026

Banjir di Kabupaten Gorontalo

Kelurahan Kayubulan Gorontalo Terendam Banjir, Warga Diserang Kutu Air hingga Kehabisan Stok Pangan

Sejumlah rumah di Kelurahan Kayubulan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, hingga kini masih terendam banjir.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kelurahan Kayubulan Gorontalo Terendam Banjir, Warga Diserang Kutu Air hingga Kehabisan Stok Pangan
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
BANJIR GORONTALO - Banjir di Kelurahan Kayubulan Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/2/2025). Sejumlah warga menggunakan perahu sebagai alat transportasi sehari-hari. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah rumah di Kelurahan Kayubulan, Limboto, Kabupaten Gorontalo, hingga kini masih terendam banjir.

Warga menggunakan perahu untuk kebutuhan mobilitas.

Beberapa warga mengungsi ke rumah tetangga yang airnya sudah mulai surut.

Pantauan di lapangan, Selasa (5/2/2025), air masih setinggi lutut orang dewasa. Namun semakin mendekati Danau Limboto, air bisa setinggi perut orang dewasa.

Rusmin Abdullah, warga Kayubulan, mengungkapkan hingga kini ia bersama suaminya mengungsi di rumah tetangga 

Sebab, rumah mereka masih terendam banjir dan belum bisa untuk ditempati.

"Saya sekarang tinggal di rumah tetangga karena rumah belum bisa ditinggali," ungkapnya saat diwawancarai Tribun Gorontalo, Rabu (5/2/2025).

Apalagi saat ini kondisinya semakin sulit karena suaminya sudah lama menderita penyakit stroke. 

Mereka terpaksa harus bertahan dulu di rumah tetangga sampai air danau surut.

"Saya dengan suami tinggal di rumah tetangga, suami saya sudah lima tahun kena stroke," jelasnya.

Sementara anak-anaknya saat ini sedang merantau di Ternate, Maluku. 

Oleh karena itu, ia sangat berharap uluran tangan dari pemerintah.

"Apapun bantuan yang diberikan kalau ada saya ambil," ujarnya.

Baca juga: Adhan Dambea Akan Berkantor di AD Center Setiap Sabtu-Minggu, Dengar Aspirasi Warga Kota Gorontalo

Di tempat yang sama, Syamsudin Saleh menuturkan pemerintah hanya memberikan bantuan makanan selebihnya belum ada.

"Kalau banjir sekarang setahu saya hanya makanan, selebihnya saya tidak tahu," katanya.

Seperti tahun-tahun kemarin pemerintah sempat memberikan bantuan berupa selimut, makanan kepada warga namun saat ini baru diberikan bantuan makanan.

"Kalau tahun-tahun kemarin ada bantuan, seperti selimut, makanan juga diberikan," ucap Syamsudin

Sementara itu, Nani Abdullah warga asal Kayubulan menuturkan di lokasi ini sering terdampak banjir, saat ini airnya sudah mulai surut.

"Alhamdulillah sekarang air sudah mulai surut tapi kalau hujan jatuh lagi, pasti banjir lagi," terangnya.

Nani sebelumnya memang tinggal di Kayubulan namun saat ini sudah menikah dengan warga Hunggaluwa, ia sudah tinggal di sana. 

Saat ini rumahnya pun masih terendam banjir.

"Saya di Hunggaluwa tinggal di dego-dego yang kami buat karena rumah belum bisa jadi tempat untuk tidur," bebernya.

Saat ini kata dia, sejumlah warga terdampak banjir di Kayubulan dan  Hunggaluwa belum mendapat bantuan dari pemerintah. 

Padahal ia sangat mengharapkan bantuan obat-obatan, sebab saat ini mereka sudah diserang penyakit kutu air.

"Kami hanya butuh obat-obatan, ini kaki saya sudah kena penyakit kutu air," tambahnya.

Sejumlah warga pun mengeluhkan hal yang sama. Beberapa di antaranya meminta bantuan obat-obatan, makanan. 

Mereka mengatakan saat ini mereka belum mendapatkan bantuan, padahal di wilayah lain yang terdampak banjir justru mendapatkan bantuan.

Informasi dari warga hingga saat ini masih sekitar 10 rumah yang terendam air. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved