Berita Nasional
Proyek Tebing Rp 40 Miliar Bojonegoro Ambruk Padahal Baru Diresmikan
Bangunan yang seharusnya menjadi pelindung dari abrasi sungai justru ambruk hingga ratusan meter, memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM – Proyek tebing pelindung Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, mengalami kerusakan parah.
Padahal, proyek yang menelan anggaran hampir Rp 40 miliar itu hanya beberapa minggu setelah diresmikan.
Bangunan yang seharusnya menjadi pelindung dari abrasi sungai justru ambruk hingga ratusan meter, memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat.
Dari informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, proyek ini selesai pada akhir Desember 2024.
Baca juga: Modus Istri Polisi Tipu 32 Warga di Jambi, Korban Diminta Beli Barang Fiktif
Namun, warga sekitar Desa Lebaksari dan Tanggungan dikejutkan oleh kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan pada Januari 2025.
Laporan dari detikJatim menyebutkan bahwa bagian tebing yang rusak diperkirakan mencapai 250 meter.
Proyek ini didanai melalui APBD Kabupaten Bojonegoro dengan alokasi anggaran Rp 39,6 miliar.
Lokasi proyek dianggap strategis karena berada di dekat jalan desa serta area pertanian yang penting bagi perekonomian warga setempat.
Sayangnya, alih-alih berfungsi optimal, tebing tersebut kini malah menjadi sorotan karena kegagalannya dalam waktu singkat.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pembangunan ini memiliki total panjang 980 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp 40 miliar.
Pemenang tender tahun 2024 adalah PT Indopenta Bumi Permai, perusahaan yang berbasis di Jalan Jemursari VII No. 19, Surabaya, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp 39,6 miliar.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PUSDA) Kabupaten Bojonegoro, Heri Widodo, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan klarifikasi dengan semua pihak terkait.
"Kami masih dalam tahap klarifikasi sesuai prosedur yang berlaku dalam kontrak proyek. Mohon bersabar," ujar Heri Widodo kepada detikJatim, Senin (10/2/2025).
Kejadian ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengerjaan proyek.
Publik kini menunggu hasil klarifikasi dari pihak berwenang guna memastikan apakah ada kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan ambruknya tebing pelindung ini dalam waktu singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TANGGUL-PELINDUNG-Potret-tebing-pelindung-Sungai-Bengawan-Solo-di-Kecamatan-Baureno.jpg)