Berita Viral
Korban Keracunan Makanan Hajatan di Sleman Bertambah jadi 147 Orang, Polisi Periksa Pihak Katering
Melansir Kompas.com, Kepala Puskesmas Tempel1, Diana Kusumawati, mengatakan korban berjumlah 147 orang per Minggu (9/2/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/130-Orang-Keracunan-Setelah-Hadiri-Pernikahan-di-Sleman.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Jumlah korban keracunan makanan di hajatan pernikahan kini bertambah.
Melansir Kompas.com, Kepala Puskesmas Tempel1, Diana Kusumawati, mengatakan korban berjumlah 147 orang per Minggu (9/2/2025).
"Update sementara pukul 22.15 WIB total korban 147 orang. Opname 23 orang," ujar Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati, melalui chat WhatsApp (WA), Minggu (9/02/2025).
Diana yang juga koordinator bidang operasi kesehatan menuturkan, dari 147 orang tersebut, 12 orang masih menjalani observasi, sedangkan yang rawat jalan sebanyak 112 orang.
Sebanyak 23 orang yang opname ini dirawat di beberapa rumah sakit. Berdasarkan data posko, di RSUD Sleman terdapat 10 orang yang rawat inap.
Kemudian, di RSUD Muntilan, Jawa Tengah, terdapat 2 orang yang rawat inap, RS PKU Sleman ada 2 orang rawat inap, dan RSA UGM 1 orang rawat inap.
"RS Queen Latifah opname 1 orang. RS JIH opname 2 orang. Opname 5 orang di Puskesmas Tempel I," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga mengalami keracunan diduga akibat menyantap hidangan di acara hajatan pernikahan di Krasakan, Lumbungharjo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.
Menurut Diana, awalnya ada 26 orang warga yang mengalami gejala keracunan. Kemudian jumlahnya bertambah dan diputuskan untuk mendirikan posko.
Para warga yang mengalami gejala keracunan ini sebelumnya menghadiri acara hajatan pernikahan. Tamu yang hadir tidak hanya dari warga sekitar, tetapi juga dari Muntilan, Jawa Tengah.
"Acaranya sama. Cuma kalau tamunya kan ada beberapa bukan hanya dari sini saja. Ada yang dari Muntilan, ada keluarga dari pihak hajatan juga," tuturnya.
Dikatakan Diana, warga rata-rata mengalami gejala diare hingga demam.
"Yang paling banyak adalah diare. Jadi, yang sudah agak berat, diare sama demam. Karena diare itu jadinya lemas," tuturnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kades Hutabohu Gorontalo Diduga Tipu Warga Rp 60 Juta, Jadi Calo Seleksi PPPK Kominfo
Polisi Periksa Pihak Katering
Sementara itu, polisi telah memeriksa pihak katering.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, pihak kepolisian sudah datang ke lokasi untuk mengecek lokasi kejadian. Dinas Kesehatan memeriksa sampel makanan.