Berita Internasional
Kanada Berlakukan Tarif Balasan untuk Produk Amerika, Harga Kebutuhan Sehari-hari Bakal Melonjak
Tarif itu diberlakukan hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, memulai perang dagang antara kedua negara.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-HARGA-Kanada-membalas-perang-harga-Amerika-dengan-menaikan-harga-sejumlah-kebutuhan.jpg)
Kenaikan harga yang diakibatkan kebijakan ini dapat berdampak luas pada ekonomi rumah tangga Kanada.
Sebelumnya diketahui, Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif besar terhadap Kanada, Meksiko, dan China.
Hal ini untuk menangani apa yang disebutnya sebagai "darurat nasional" terkait imigrasi ilegal dan perdagangan fentanyl.
Dalam pernyataannya, Trump menetapkan tarif sebesar 25 persen untuk semua impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10 persen untuk barang dari China.
Namun, Kanada mendapat pengecualian di sektor energi dengan tarif yang lebih rendah, yakni 10 persen, sementara energi Meksiko tetap terkena tarif penuh 25 persen.
Trump Klaim Kebijakan Ini Demi Melindungi Warga Amerika
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari janji kampanyenya untuk menghentikan arus imigran ilegal dan penyelundupan narkoba, terutama fentanyl.
"Hari ini, saya telah menerapkan Tarif 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada (10 persen untuk energi Kanada), serta tambahan 10 persen untuk China. Ini dilakukan melalui Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) karena ancaman besar dari imigran ilegal dan narkoba mematikan yang membunuh warga kita, termasuk fentanyl. Kita harus melindungi warga Amerika, dan sebagai Presiden, adalah tugas saya untuk memastikan keselamatan semua orang." – Donald Trump
Dengan menggunakan IEEPA, Trump memperoleh kewenangan luas untuk menerapkan kebijakan perdagangan sebagai respons terhadap ancaman yang dianggapnya darurat nasional.
Keputusan ini mendapat kritik keras dari ekonom dan pelaku pasar, bahkan ditanggapi Greg Daco, Kepala Ekonom EY.
Menurutnya tarif ini diprediksi akan mengurangi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 1,5 persen tahun ini dan bahkan bisa mendorong Kanada serta Meksiko ke dalam resesi.
"Peningkatan tarif secara tajam terhadap mitra dagang AS dapat menciptakan guncangan stagflasi—pukulan ekonomi negatif yang disertai lonjakan inflasi—serta memicu volatilitas pasar keuangan," ujar Daco kepada Reuters.
Selain itu, perintah eksekutif Trump juga menghapus ketentuan "de minimis" yang sebelumnya membebaskan tarif untuk pengiriman barang bernilai di bawah $800 dari Kanada.
Hal ini diperkirakan akan semakin memperburuk dampak ekonomi bagi konsumen dan pelaku usaha kecil di kedua negara.
Gedung Putih menegaskan bahwa tidak akan ada pengecualian dalam kebijakan tarif ini.
Langkah ini berpotensi memperburuk hubungan dagang AS dengan Kanada, Meksiko, dan China, serta meningkatkan harga barang bagi konsumen di kedua sisi perbatasan.(*)