Rabu, 11 Maret 2026

Berita Internasional

Kanada Berlakukan Tarif Balasan untuk Produk Amerika, Harga Kebutuhan Sehari-hari Bakal Melonjak

Tarif itu diberlakukan hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, memulai perang dagang antara kedua negara.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kanada Berlakukan Tarif Balasan untuk Produk Amerika, Harga Kebutuhan Sehari-hari Bakal Melonjak
Nick Lachance/Toronto Star
PERANG HARGA: Kanada membalas perang harga Amerika dengan menaikan harga sejumlah kebutuhan. Nick Lachance/Toronto Star 

TRIBUNGORONTALO.COM – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengumumkan penerapan tarif balasan terhadap produk impor Amerika Serikat pada Sabtu malam (01/2/2025). 

Tarif itu diberlakukan hanya beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, memulai perang dagang antara kedua negara.

Kebijakan ini diperkirakan akan berdampak besar bagi rumah tangga Kanada, dengan lonjakan harga pada puluhan produk kebutuhan sehari-hari mulai pekan depan.

Mulai Selasa, pemerintah Kanada akan menerapkan tarif balasan sebesar 25 persen terhadap barang-barang impor dari Amerika Serikat senilai 30 miliar dolar.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,9 Guncang Selatan Garut Hari Ini Senin 3 Februari 2025

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perintah eksekutif Trump yang sebelumnya mengenakan tarif 25 persen pada produk Kanada serta 10 persen untuk impor energi dari Kanada.

Sejumlah produk impor Amerika yang terkena tarif Kanada minggu ini meliputi bahan pangan seperti daging, produk susu, telur, madu, serta buah dan sayuran.

Produk kebutuhan sehari-hari seperti rempah-rempah, teh, dan kopi juga akan mengalami kenaikan harga.

Selain itu, minuman beralkohol dan tembakau asal Amerika turut terdampak kebijakan ini.

Tak hanya bahan pangan, berbagai barang konsumsi lain seperti pakaian dan alas kaki, sabun, produk perawatan gigi, parfum, serta perhiasan juga masuk dalam daftar produk yang dikenakan tarif.

Dalam beberapa pekan ke depan, harga barang-barang ini diperkirakan akan meningkat bagi konsumen di Kanada.

Baca juga: Bocah 6 Tahun Tewas Terlindas Bus di Banten, Berawal dari Bikin Konten Telolet

Di sektor konstruksi, tarif juga akan diterapkan pada berbagai material bangunan, termasuk karet, plastik, kulit, kayu, keramik, kaca, papan partikel, karpet, dan berbagai jenis kain lainnya.

Pemerintah Kanada menegaskan bahwa kebijakan ini akan tetap berlaku hingga Amerika Serikat mencabut tarif yang mereka tetapkan.

Namun, barang-barang impor dari AS yang sudah dalam perjalanan saat tarif diberlakukan tidak akan dikenai tarif tambahan.

Trudeau juga mengungkapkan bahwa dalam tiga minggu ke depan, Kanada akan memperluas daftar barang yang dikenakan tarif balasan hingga mencapai total 125 miliar dolar.

Daftar baru ini akan mencakup kendaraan penumpang, truk, bus, produk baja dan aluminium, serta lebih banyak produk makanan.

Kenaikan harga yang diakibatkan kebijakan ini dapat berdampak luas pada ekonomi rumah tangga Kanada.

Sebelumnya diketahui, Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif besar terhadap Kanada, Meksiko, dan China.

Hal ini untuk menangani apa yang disebutnya sebagai "darurat nasional" terkait imigrasi ilegal dan perdagangan fentanyl.

Dalam pernyataannya, Trump menetapkan tarif sebesar 25 persen untuk semua impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10 persen untuk barang dari China.

Namun, Kanada mendapat pengecualian di sektor energi dengan tarif yang lebih rendah, yakni 10 persen, sementara energi Meksiko tetap terkena tarif penuh 25 persen.

Trump Klaim Kebijakan Ini Demi Melindungi Warga Amerika

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari janji kampanyenya untuk menghentikan arus imigran ilegal dan penyelundupan narkoba, terutama fentanyl.

"Hari ini, saya telah menerapkan Tarif 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada (10 persen untuk energi Kanada), serta tambahan 10 persen untuk China. Ini dilakukan melalui Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) karena ancaman besar dari imigran ilegal dan narkoba mematikan yang membunuh warga kita, termasuk fentanyl. Kita harus melindungi warga Amerika, dan sebagai Presiden, adalah tugas saya untuk memastikan keselamatan semua orang." – Donald Trump

Dengan menggunakan IEEPA, Trump memperoleh kewenangan luas untuk menerapkan kebijakan perdagangan sebagai respons terhadap ancaman yang dianggapnya darurat nasional.

Keputusan ini mendapat kritik keras dari ekonom dan pelaku pasar, bahkan ditanggapi Greg Daco, Kepala Ekonom EY.

Menurutnya tarif ini diprediksi akan mengurangi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 1,5 persen tahun ini dan bahkan bisa mendorong Kanada serta Meksiko ke dalam resesi.

"Peningkatan tarif secara tajam terhadap mitra dagang AS dapat menciptakan guncangan stagflasi—pukulan ekonomi negatif yang disertai lonjakan inflasi—serta memicu volatilitas pasar keuangan," ujar Daco kepada Reuters.

Selain itu, perintah eksekutif Trump juga menghapus ketentuan "de minimis" yang sebelumnya membebaskan tarif untuk pengiriman barang bernilai di bawah $800 dari Kanada.

Hal ini diperkirakan akan semakin memperburuk dampak ekonomi bagi konsumen dan pelaku usaha kecil di kedua negara.

Gedung Putih menegaskan bahwa tidak akan ada pengecualian dalam kebijakan tarif ini.

Langkah ini berpotensi memperburuk hubungan dagang AS dengan Kanada, Meksiko, dan China, serta meningkatkan harga barang bagi konsumen di kedua sisi perbatasan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved