Gadis Gorontalo Dicabuli
Nestapa Pelajar di Kabupaten Gorontalo, Niat Minta Bantuan Teman Malah Diperkosa Massal
Seorang pelajar di Kabupaten Gorontalo mengalami nestapa dalam tiga malam. Betapa tidak, ia dilecehkan oleh orang yang dipercayainya sebagai teman.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-gadis-berusia-14-tahun-diperiksa-oleh-tim-PPA-Polda-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang pelajar di Kabupaten Gorontalo mengalami nestapa dalam tiga malam.
Betapa tidak, ia dilecehkan oleh orang yang dipercayainya sebagai teman.
Peristiwa ini dialami gadis berusia 14 tahun, seorang pelajar sekolah menengah pertama.
Korban tak menyangka di hari ulang tahunnya ia mendapatkan pengalaman pahit.
Usai berpesta di rumahnya pada Sabtu (18/1/2025), korban berpamitan kepada kedua orang tuanya.
Awalnya RR, ibu korban, tak mengizinkan anak gadisnya keluar rumah karena saat itu waktu menunjukkan pukul 23.00 WITA.
Namun korban akhirnya mampu membujuk sang ayah dengan perjanjian pulang jam 12 malam atau 00.00 WITA.
Korban kemudian dijemput oleh pria bernama Rahmat Pakaya alias RP (19) pada pukul 23.30.
Korban lantas dibawa ke sebuah penginapan di Jl Rambutan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
Setibanya di penginapan, RP mengajak korban berhubungan badan.
Permintaan RP langsung ditolak oleh korban. Namun RP langsung memegang kedua tangan korban dan menyetubuhi gadis itu.
Setelah itu, korban dibonceng RP dan diturunkan di terminal transit di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Korban kemudian menelepon temannya, FS. Ia langsung menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.
Korban lalu dibawa ke rumah FS di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Keduanya tiba di rumah pukul 01.30 WITA.
Ternyata di rumah itu terdapat teman-teman FS.