Makan Ikan Buntal
Seorang Warga Gorontalo Utara Tewas Gara-Gara Makan Ilabulo Hati Ikan Buntal
Ia meninggal pada Minggu (26/1/2025), setelah mengonsumsi hati ikan buntal yang diolah menjadi makanan tradisional ilabulo.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ikan-buntal-berbahaya-seorang-warga-Gorontalo-Utara-jadi-korban.jpg)
Berikut beberapa fakta penting yang perlu diketahui tentang ikan ini:
Sangat Beracun
Ikan buntal mengandung racun tetrodotoksin, yang menyerang sistem saraf dan memiliki daya mematikan lebih tinggi daripada sianida.
Mengonsumsi hanya 1–4 miligram racun ini dapat berakibat fatal bagi manusia.
Gejala keracunan meliputi mati rasa pada mulut, mual, muntah, kram otot, hingga kelumpuhan pernapasan.
Di Jepang, ikan buntal (disebut fugu) adalah hidangan mewah, namun pengolahannya memerlukan lisensi khusus karena tingkat bahayanya.
Beberapa kasus keracunan bahkan berujung pada kematian.
Racun Terkonsentrasi di Organ Tertentu
Racun tetrodotoksin terkonsentrasi di organ hati, kelenjar kelamin, kulit, dan bagian lain dari ikan buntal.
Membersihkan ikan buntal membutuhkan teknik khusus agar dagingnya tidak terkontaminasi racun.
Racun Tidak Hilang Walau Dimasak
Salah satu fakta menakutkan tentang ikan buntal adalah racun tetrodotoksinnya tidak akan hilang meskipun dimasak atau dibekukan.
Karena itu, mengolah ikan buntal di rumah sangat tidak dianjurkan.
Di restoran Jepang, ikan buntal hanya boleh diolah oleh koki bersertifikat yang telah menjalani pelatihan ketat untuk memastikan keamanan hidangan.
Teknik pengolahan yang salah dapat menyebabkan racun menyebar ke bagian daging.
Kematian Haidin Arsyad menunjukkan pentingnya pemahaman masyarakat tentang bahaya ikan buntal.
Walaupun daging ikan buntal dapat dimakan, pengolahan yang tidak hati-hati dapat berakibat fatal. (*)