Jumat, 6 Maret 2026

Makan Ikan Buntal

Seorang Warga Gorontalo Utara Tewas Gara-Gara Makan Ilabulo Hati Ikan Buntal

Ia meninggal pada Minggu (26/1/2025), setelah mengonsumsi hati ikan buntal yang diolah menjadi makanan tradisional ilabulo.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Seorang Warga Gorontalo Utara Tewas Gara-Gara Makan Ilabulo Hati Ikan Buntal
Citizen
Ikan buntal berbahaya, seorang warga Gorontalo Utara jadi korban. FOTO credit Unair 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Haidin Arsyad, seorang warga Desa Milango, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, meninggal dunia gara-gara konsumsi ikan buntal.

Ia meninggal pada Minggu (26/1/2025), setelah mengonsumsi hati ikan buntal yang diolah menjadi makanan tradisional ilabulo.

Sulastri Ladiku, sepupu korban, menceritakan bahwa Haidin sering mengonsumsi ikan buntal hasil tangkapannya sendiri.

Namun, biasanya ia hanya memakan bagian daging ikan buntal, sementara hati ikan selalu dibuang karena diketahui sangat beracun.

Baca juga: Masjid Agung Baiturrahman Boalemo Gorontalo Bersih-bersih untuk Sambut Isra Mikraj 1446 H/2025 M

Kali ini, Haidin mencoba mengolah hati ikan buntal menjadi ilabulo.

"Nanti saat kemarin itu hatinya diambil diolah menjadi makanan ilabulo, dimakan bersmaa temannya di pagi hari, selang beberapa saat Haidin mulai merasa gejala keram, kejang-kejang seperti orang keracunan," saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com Senin (27/1/2025).

Setelah mengonsumsinya bersama seorang temannya, ia mengalami gejala keracunan seperti keram dan kejang-kejang.

Korban dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca juga: Begini Buat WhatsApp Terlihat Offile padahal Sedang Online, Coba Trik Ini Jika Tidak Ingin Diganggu

Sementara itu, Ronal Muda, teman Haidin yang turut makan ilabulo, mengalami gejala serupa.

Beruntung ia berhasil selamat setelah dilarikan ke Rumah Sakit Zus.

Saat ini, Ronal telah pulih dan diperbolehkan pulang.

Sebagai informasi, bahwa Ilabulo adalah makanan khas Gorontalo yang terbuat dari jeroan hewan. 

Makanan ini berbahan dasar terigu dengan campuran sejumlah jeroan ayam. Namun oleh Haidar justru menggunakan jeroan ikan buntal. 

Fakta Menarik Tentang Ikan Buntal yang Perlu Diketahui

Kasus ini menjadi pengingat tentang risiko besar mengonsumsi ikan buntal, terutama jika tidak diolah dengan benar.

Berikut beberapa fakta penting yang perlu diketahui tentang ikan ini:

Sangat Beracun

Ikan buntal mengandung racun tetrodotoksin, yang menyerang sistem saraf dan memiliki daya mematikan lebih tinggi daripada sianida.

Mengonsumsi hanya 1–4 miligram racun ini dapat berakibat fatal bagi manusia.

Gejala keracunan meliputi mati rasa pada mulut, mual, muntah, kram otot, hingga kelumpuhan pernapasan.

Di Jepang, ikan buntal (disebut fugu) adalah hidangan mewah, namun pengolahannya memerlukan lisensi khusus karena tingkat bahayanya.

Beberapa kasus keracunan bahkan berujung pada kematian.

Racun Terkonsentrasi di Organ Tertentu

Racun tetrodotoksin terkonsentrasi di organ hati, kelenjar kelamin, kulit, dan bagian lain dari ikan buntal.

Membersihkan ikan buntal membutuhkan teknik khusus agar dagingnya tidak terkontaminasi racun.

Racun Tidak Hilang Walau Dimasak

Salah satu fakta menakutkan tentang ikan buntal adalah racun tetrodotoksinnya tidak akan hilang meskipun dimasak atau dibekukan.

Karena itu, mengolah ikan buntal di rumah sangat tidak dianjurkan.

Di restoran Jepang, ikan buntal hanya boleh diolah oleh koki bersertifikat yang telah menjalani pelatihan ketat untuk memastikan keamanan hidangan.

Teknik pengolahan yang salah dapat menyebabkan racun menyebar ke bagian daging.

Kematian Haidin Arsyad menunjukkan pentingnya pemahaman masyarakat tentang bahaya ikan buntal.

Walaupun daging ikan buntal dapat dimakan, pengolahan yang tidak hati-hati dapat berakibat fatal. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved