Makan Ikan Buntal
Kronologi Warga Kabupaten Gorontalo Utara Meninggal Dunia Usai Konsumsi Ikan Buntal
Haidin Arsyad, pria di Gorontalo Utara meninggal dunia akibat mengolah ikan buntal menjadi ilabulo untuk disantap.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfhgjmsdrhy.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Seorang warga di Gorontalo Utara meninggal dunia usai memakan ikan buntal.
Haidin Arsyad, pria yang meninggal dunia akibat mengolah ikan buntal menjadi ilabulo untuk disantap.
Ikan ini merupakan hasil pancingannya.
Menurut Sulastri Ladiku, sepupu Haidin Arsyad, dia memang sudah biasa mengonsumsi ikan buntal ini.
Namun selama mengonsumsi ikan ini Haidin tidak pernah menunjukkan gejala sakit.
Sehingga disaat yang bersamaan dia mengajak temannya untuk sama-sama mengonsumsi ikan olahannya itu.
Ajal seseorang tak ada yang tahu, selepas mengonsumsi ikan itu, Haidin langsung kejang-kejang seperti orang keracunan.
Temannya pun bernasib sama, temannya langsung dibawa ke rumah sakit guna mendapat perawatan lebih lanjut.
Sedangkan Haidin dinyatakan meninggal dunia tepat di pukul 09.00 Wita.
Ternyata, ikan buntal yang dikonsumsi oleh Haidin bukan hanya bagian dagingnya.
Namun, hati dari ikan ini pun diolahnya menjadi makanan ilabulo.
"Nanti saat kemarin itu hatinya diambil diolah menjadi makanan ilabulo, dimakan bersama temannya di pagi hari, selang beberapa saat Haidin mulai merasa gejala keram, kejang-kejang seperti orang keracunan," saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com Senin (27/1/2025).
Dikutip dari Kompas.com, ikan buntal ini mengandung racun yang sangat mematikan di tubuh.
Otoritas Keamanan Pangan dan Obat AS atau Food and Drug Administration (FDA) mewanti-wanti agar setiap restoran dan pasar ikan tidak menyajikan dan menjual ikan buntal, kecuali berasal dari sumber yang jelas aman.
Menurut FDA, sejumlah ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin atau saxitoxin.