Longsor di Gorontalo
Longsor Tutupi Jalan ke Dusun Pasir Putih Gorontalo Utara, Akses Kendaraan Dihentikan Sementara
Sebelumnya, longsor pernah terjadi namun menurut warga setempat longsor saat ini merupakan longsor paling parah karena sudah menutupi akses
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dfghr57u7ui.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Longsor terjadi di Desa Kotajin Utara, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Longsor ini menimbun jalan yang berada di sekitar.
Padahal jalan ini merupakan akses menuju Dusun Pasir Putih yang terletak di Desa Kotajin Utara.
Sebelumnya, longsor pernah terjadi namun menurut warga setempat longsor saat ini merupakan longsor paling parah karena sudah menutupi akses masyarakat hingga dua hari lamanya.
Longsor ini terjadi sejak Kamis (23/1/2025) sekira pukul 22.00 Wita akibat curah hujan yang tinggi yang mengguyur Kabupaten Gorontalo Utara.
Baca juga: Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango Diprediksi Alami Curah Hujan Tertinggi
Pantauan TribunGorontalo.com, Sabtu (23/1/2025) longsor setinggi satu meter ini menimbun jalan sepanjang 15 meter.
Akibatnya jalan ini ditutup sementara hingga longsor dapat dibersihkan.
Penanganan longsor saat ini dilakukan secara manual oleh personil TNI dan masyarakat setempat.
Dandim 1314/Gorontalo Utara, Letkol Inf Rayner D. R Wajong bersama anggotanya ikut membantu masyarakat memperbaiki akses jalan tersebut.
"Kami sudah bekerja selama dua hari, saat ini masih dilakukan secara manual karena belum ada alat berat, mudah-mudahan alat berat sudah ada agar akses kendaraan kembali lancar," ucap Rayner kepada TrubunGorontalo.com Sabtu (25/1/2025).
Baca juga: Karena Aksinya di Longsor Tambang Emas Suwawa, Aipda Irham Isa Dapat Piagam Kapolda Gorontalo
Di sisi lain, Kepala Desa Kotajin Utara, Mahmud Mayango mengatakan bahwa di Dusun Pasir Putih terdapat 59 Kepala Keluarga, Masjid, dan Sekolah Dasar.
"Sementara pendapatan mereka di sana adalah pertanian dan perikanan" ujarnya.
Warga sekitar mengatakan bahwa sebelumnya sudah pernah terjadi, namun longsor yang saat ini lebih parah karena selama dua hari jalan tidak bisa dilalui.
Saat ini masih diupayakan agar jalan bisa kembali normal, dan sudah bisa dilewati oleh kendaraan. (*)