Jumat, 6 Maret 2026

Human Interest Story

Curhat Penjual Kopra di Boalemo Gorontalo saat Musim Hujan: Tak Jualan Seminggu

Setelah dibakar, untuk menghilangkan kadar air di dalamnya, kopra tersebut harus dikeringkan di bawah sinar matahari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Curhat Penjual Kopra di Boalemo Gorontalo saat Musim Hujan: Tak Jualan Seminggu
TribunGorontalo.com/Nawir Islim
Ical Kamumu Penjual Kopra di Boalemo Gorontalo, Jumat (24/1/2025). 

Setelah itu, kopra bisa dijual ke pasar.

Ical berharap musim hujan ini bisa segera selesai agar penjualan kopranya kembali lancar.

Baca juga: Peluh Kesah Cerita Umar Hamka, Seorang Penjual Es Cendol di Gorontalo Utara

"Saya masih harus menunggu hingga musim hujan ini segera berakhir, agar penjualan kopra saya bisa kembali lancar," tutupnya.

Sementara itu, Forcaster Stasiun Klimatologi, BMKG Gorontalo, Mulyadi Kaini mengatakan musim hujan di Gorontalo diperkirakan berlangsung hingga Juni 2025 mendatang, sedangkan musim kemarau baru akan dimulai bulan Juli nanti.

Fenomena La Nina pun menjadi faktor pemicu meningkatnya intensitas curah hujan di beberapa wilayah di Gorontalo.

"Peluang curah hujan tertinggi itu ada di dua wilayah, yakni Gorontalo Utara dan Bone Bolango," ungkapnya

Namun, meskipun telah memasuki musim penghujan, Gorontalo kata Mulyadi belum masuk di kategori cuaca ekstrem.

Hanya saja karena musim penghujan, jadi curah hujan yang turun lebih meningkat dari biasanya.

"Sebenarnya sekarang Gorontalo tidak mengalami cuaca ekstrem, hanya saja ini adalah puncak musim hujan. Jadi, curah hujannya lebih tinggi dari biasanya," ujarnya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved