Berita Dunia

WHO Hadapi Krisis Keuangan Serius jika Amerika Keluar

Langkah tersebut diumumkan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui memo internal yang dilihat oleh Reuters.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Wiki
Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Namun, kontribusi sukarela AS yang sering digunakan untuk program tertentu dapat dihentikan kapan saja, yang semakin memperparah situasi keuangan WHO.

Dalam memo tersebut, Tedros menyebutkan bahwa WHO telah memulai reformasi besar, termasuk meningkatkan kontribusi wajib negara anggota dan peluncuran program investasi.

Namun, ia juga menegaskan bahwa WHO memerlukan lebih banyak pendanaan dan harus terus melakukan penghematan biaya.

Sebagai bagian dari langkah penghematan, semua rapat akan dilakukan secara virtual, kecuali dengan persetujuan khusus. Renovasi kantor akan ditunda kecuali terkait keselamatan atau sudah disetujui sebelumnya.

"Langkah-langkah ini belum mencakup semuanya, dan lebih banyak kebijakan akan diumumkan di masa mendatang," bunyi memo tersebut. Tedros juga berkomitmen untuk mendukung dan melindungi staf WHO di tengah situasi ini.

Langkah AS untuk keluar dari WHO membawa dampak besar bagi organisasi tersebut, yang kini menghadapi tantangan keuangan serius.

Keputusan ini memicu diskusi global tentang perlunya solidaritas internasional dalam menghadapi krisis kesehatan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved