Berita Viral
Guru BK di Sampang Laporkan Ortu Murid, Tak Terima Dituduh Pungli Gegara Minta Siswa Bawah Ikan
Tak terima dikatiain punggli oleh orang tua murid, Guru BK SMPN 1 Camplong, Kabupaten Sampang, Madura laporkan orang tua murid ke pihak berwajib
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dshghbchdgsch.jpg)
Dwi menceritakn awal mula tuduhan yang membuatnya risih karena telah ramai di publik.
Saat itu dirinya mengalami perselisihan ringan dengan salah satu teman guru perempuan di SMPN 1 Camplong pada November 2024 lalu.
Kemudian, dia dihubungi oleh suami dari teman gurunya tersebut via WhatsApp melalui pesan suara dengan nada kasar tanpa bertanya terlebih dahulu.
"Sampai saat ini pesan suara itu saya simpan. Begitu pun saya langsung beritahukan kepala sekolah karena beliau berhak tahu dan diarahkan untuk tidak meresponsnya," jelasnya.
Setelah lama tidak memberikan tanggapan terhadap pesan suami dari teman gurunya, akhirnya Dwi diancam.
Pelaku mengancam ingin menyebarkan semua kesalahan tidak jelas yang dilakukannya.
"Kesalahannya tidak masuk akal, seperti kasus penggerebekan di kosan pada 2009. Kapan saya digerebek? Saya saja tidak pernah ngekos."
Baca juga: Lirik Lagu Pulang -For Revenge
"Kemudian ancaman lainnya juga ada, sampai sekarang juga saya simpan," beber Dwi.
"Sampai saya diancam akan dilaporkan ke polisi. Saya bilang, silakan laporkan, karena memang saya tidak salah," imbuhnya.
Hingga akhirnya, ia diarahkan oleh Kepala SMPN 1 Camplong untuk meminta maaf kepada teman guru perempuan dan suaminya, namun dirinya menolak.
"Alasan saya harus meminta maaf karena melawan. Saya bukan melawan, tapi karena saya tidak merasa melakukannya."
"Akhirnya saya diancam akan diberitakan di media," tutur Dwi.
Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 1 Camplong, Indrawati menyampaikan jika kasus pungli yang kabarnya dilakukan salah satu guru di lembaganya masih bersifat dugaan.
Sedangkan keterangan dari guru yang bersangkutan, tidak pernah melakukan praktek pungli tersebut.
"Kalau seandainya informasi itu terjadi, maka kami akan melakukan pembinaan," pungkasnya.