Hari Patriotik Gorontalo
Danrem dan Wakapolda Gorontalo Puji Strategi Nani Wartabone Proklamirkan Kemerdekaan
Danrem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hari Pahlawantoro dan Wakapolda Gorontalo, Brigjen Pol Simzon Zet Ringu memuji perjuangan Pahlawan Nasional
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wakapolda-Gorontalo-Simson-Zet-Ringu-bersama-Danrem.jpg)
Inilah yang membuat Belanda ketar-ketir hingga ingin meratakan aset-aset yang mereka kuasai di Gorontalo. Harapannya, tidak dikuasai Jepang untuk melawan Belanda.
VC ini memang sudah sempat melancarkan aksinya. Berhasil menghanguskan satu gudang kopra di Pantai Leato atau saat ini masuk dalam Kampung Tenda.
Mereka juga telah membakar satu kapal motor “Kololio” milik pengusaha Lasahido di pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara.
Nani Wartabone pun lantas menyusun langkah strategis. Ia menjalin hubungan rahasia dengan Pendang Kalengkongan, Kepala Kantor Telegraf di Kantor PTT (Post, Telefoon en Telegraaf) Gorontalo.
Kantor PPT ini dulunya sebagai obyek vital, dijaga anggota Polisi dari suku Gorontalo dan Minahasa.
Basri Amin menyebut, memiliki hubungan rahasia antara Pendang Kalengkongan. Hubungan keduanya bahkan sudah terjalin sebelum Komite 12 terbentuk.
Pendang kerap membocorkan informasi yang ia terima kepada Nani Wartabone.
"Dengan itulah semua Pak Nani beroleh “data lapangan” yang valid dalam menyusun gerakan heroiknya bersama kekuatan (rakyat) lainnya pada 23 Januari 1942, yang setiap tahunnya kita kenang,” tulis Basri. (*)