Korupsi Proyek Jl Nani Wartabone
Marten Taha Bantah Terima Rp1,2 M dari Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Jalan Nani Wartabone Gorontalo
Dalam sidang ke-11 di Pengadilan Negeri Gorontalo, Marten ditanyai jaksa penuntut umum soal tudingan aliran dana sebesar Rp1,2 miliar dari Antum Abdul
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Marten-Taha-saat-memberikan-kesaksian-dalam-persidangan-kasus-korupsi-proyekc.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Marten Taha membantah pernah menerima uang dari terdakwa korupsi kasus proyek Jalan Nani Wartabone.
Dalam sidang ke-11 di Pengadilan Negeri Gorontalo, Marten ditanyai jaksa penuntut umum soal tudingan aliran dana sebesar Rp1,2 miliar dari Antum Abdullah.
"Itu tidak pernah ada, dan saya wal akhirat, uang sebesar itu Rp1,2 miliar itu besar, diberikan kepada saya? itu dalam bentuk apa? dan di mana? dan kepada siapa atau melalui siapa?" ungkap Marten kepada jaksa, Rabu (22/1/2025).
"Saya diminta untuk mengakui sesuatu yang saya tidak tahu dan saya tidak pernah terima," jelas eks Wali Kota Gorontalo dua periode tersebut.
Sebelumnya Marten dituding menerima sejumlah uang untuk biaya perjalanan dinas saat masih menjabat Wali Kota Gorontalo.
Kesaksian ini diungkapkan langsung oleh Direktur PT Mahardika, Deny Juaeni pada sidang ke-10 di Pengadilan Negeri Gorontalo.
Kala itu, Deny Juaeni dicecar sejumlah pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alfian Kiayi mengenai fee 17 persen dalam kasus korupsi tersebut.
Sebagai informasi PT Mahardika yang dipimpin Deny merupakan pemenang tender proyek Jalan Nani Wartabone.
Deny mengakui pernah dimintai sejumlah uang untuk keperluan dinas Wali Kota Gorontalo (Marten Taha) di Makassar oleh tersangka Antum Abdullah.
Atas kesaksian ini, Marten Taha diundang pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) dalam sidang ke-11 di Kantor Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo, Rabu (22/1/2024).
Tiga ajudannya Marten Taha turut dihadirkan untuk memberikan kesaksian.
Setelah ditanyai JPU Kejati Gorontalo, Alfian Kiayi, ajudan Marten Taha membenarkan atasannya menerima dana akomodasi perjalanan dinas berupa biaya hotel dan transportasi. Pembayaran dari negara itu, menurutnya, masuk ke rekening pribadi Marten Taha.
Baca juga: BREAKING NEWS: Nurhalisa Abdullah Owner Ebudo Gorontalo Akui Hanya Promosikan Kosmetik Milik Teman
10 Saksi Hadiri Sidang Korupsi Jalan Nani Wartabone
Diberitakan sebelumnya, 10 saksi menghadiri sidang kasus korupsi proyek Jalan Nani Wartabone di Kantor Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo, Rabu (22/1/2024).
Di antara para saksi, terdapat eks Walikota Gorontalo, Marten Taha, dan Anggota DPRD Bone Bolango, Yakub Tangahu.