Selasa, 17 Maret 2026

Berita Viral

Bos Bimbingan Belajar ASN Institute Ditangkap Polisi Gegara Buat Konten 'Biaya Masuk akpol'

Bos bimbingan ASN ditangkap pihak berwenang atas dugaan menyebarkan informasi palsu terkait biaya masuk Akademik Kepolisian (Akpol).

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Bos Bimbingan Belajar ASN Institute Ditangkap Polisi Gegara Buat Konten 'Biaya Masuk akpol'
dok.kompas
Ilustrasi Penangkpan 

TRIBUNGORONTALO.COM-Bos bimbingan ASN ditangkap pihak berwenang atas dugaan menyebarkan informasi palsu terkait biaya masuk Akademik Kepolisian (Akpol).

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel, menangkap 3 orang diduga terlibat dalam penyebaran informasi bohong alias hoaks.

Ketiganya adalah AIS (22), AF (28), dan TM (34).

Mereka ditangkap setelah mem-posting informasi tentang biaya pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol).

Kasubnid Penmas Bid Humas Polda Sulsel, AKBP Yerlin Tending Kate menyebutkan bahwa kasus ini bermula pada awal Januari 2025.

Baca juga: Real Madrid Masuk Perburuan Bek Muda Berbakat Ousmane Diomande

Baca juga: 3 Produk Gorontalo dengan Indikasi Geografis Terdaftar, Kopi Pinogu hingga Gula Aren Atinggola

"Saat itu, AF mengadakan pertemuan dengan TM, Direktur PT Digikreatif Teknologi Indonesia (DTI) atau ASN Institute untuk menarik peserta bimbingan belajar ASN Institute," ujar AKBP Yerlin saat rilis di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulsel, Selasa (21/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, AF melihat iklan terkait penerimaan Akpol dan menyarankan pembuatan artikel tentang biaya pendidikan Akpol.

"Pada tanggal 15 Januari 2025, AF memberikan kata kunci 'Biaya Pendidikan Akpol' kepada AIS untuk dibuatkan artikel yang kemudian dipublikasikan di situs resmi ASN Institute," ungkapnya mengatakan.

Artikel tersebut kemudian di-posting ulang oleh Aisyah pada tanggal 17 Januari 2025 dengan judul, 'Nominal Biaya Pendidikan Akpol 2025 Yang Wajib Kamu Ketahui!'. 

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengidentifikasi bahwa pengunggah narasi tersebut adalah PT DTI atau ASN Institut yang merupakan bimbingan belajar.

"Polda Sulsel kemudian menindaklanjuti, laporan tersebut dengan melakukan analisa serta pengumpulan bahan keterangan," kata Yerlin.

"Sehingga menemukan indikasi bahwa pelaku berada di wilayah kota Makassar," katanya lebih lanjut.

Dari penangkapan ketiganya, polisi menyita beberapa barang bukti.

Barang tersebut, yakni satu unit HP Oppo A12 warna biru navy, satu unit HP Itel S23 warna hitam, satu unit iPhone 13 mini, satu unit laptop Lenovo warna silver, serta screenshot artikel dengan kata kunci biaya Pendidikan Akpol.

Baca juga: Selebgram Mira Hayati Resmi Ditahan dan Jadi Tersangka Kasus Peredaran Skincare Bahan Merkuri

Baca juga: Cek 22 Daftar kementerian Baru yang Bakal Buka Formasi CPNS 2025, Kesempatan Jadi PNS Terbuka Lebar

Adapun peran tersangka perempuan AIS (22) yang merupakan karyawan ASN Institute, yaitu menulis atau membuat artikel.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved