Aturan dan Pembatasan Media SosiaL
Pemerintah Akan Melakukan Aturan dan Pembatasan Media Sosial untuk Anak-Anak
Peneliti dari Monash University Indonesia, Ika Idris, menyarankan pemerintah untuk menitikberatkan aturan pembatasan media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Media-Sosial-hbvhb.jpg)
Akira baru bisa berselancar di media sosial ketika malam hari dan dibatasi paling lama tiga jam.
"Jadi saya melarang, tapi enggak terkesan dilarang banget," ujar Ayu kepada BBC News Indonesia.
Di telepon pintar itu, ada beberapa aplikasi yang biasa dimainkan: YouTube, WhatsApp, TikTok, dan Zepeto.
Untuk aplikasi YouTube dan TikTok, pakai akun pribadinya. Sedangkan WhatsApp dan gim online Zepeto dibuatkan akun pribadi Akira.
Di YouTube, kata Ayu, anaknya suka sekali menonton video-video pendek—yang membuatnya sangat khawatir. Sebab beberapa penelitian yang dia baca, kebanyakan nonton video pendek secara berlebihan bisa menurunkan daya ingat dan konsentrasi.
"Dia suka nonton konten ABG pacaran, gosip, kriminal... itu kan bahaya, makanya saya larang. Kalau nonton idol K-pop enggak apa-apa deh."
Di TikTok, Akira bermain-main dengan membuat konten joget yang sedang tren atau bikin video berdua dengan ibunya.
Dan untuk mencegah ada komentar negatif, Ayu membatasi fitur kolom komentar hanya untuk orang-orang yang berteman di TikTok.
"Kalau sekarang Akira sukanya konten-konten DIY [do it yourself] atau k-pop idolanya New Jeans sama Enhypen."
Sedangkan di aplikasi gim Zepeto, Ayu malah ikutan bermain bersama anaknya. Tujuannya tak lain supaya bisa memantau siapa saja teman-teman sang anak dan mencegah adanya orang tak dikenal mengincar Akira.
Selain itu demi keamanan, Ayu juga mematikan fitur chat (percakapan online).
"Soalnya di Zepeto itu bisa chat-chatan sama pemain lain dan orang yang enggak dikenal, bahaya kan. Jadi orangtua harus ikut main, menyelami," ucapnya sambil tertawa.
Ayu bilang media sosial sudah seperti dunia sendiri bagi anak-anak zaman sekarang sehingga sulit sekali untuk melarang sepenuhnya.
Itu mengapa perempuan berusia kepala tiga ini mengaku tak pernah melepaskan matanya dari sang anak tiap kali Akira berselancar di media sosial maupun gim online. Setiap video atau status yang ingin diunggah pun, harus berdasarkan persetujuannya.
Kini, kalau pemerintah berencana ingin membuat aturan membatasi usia pengguna media sosial, Ayu sedikit ragu bakal berhasil.