Siswa Gorontalo Dibully
Siswa Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Bullying di SD Kota Gorontalo, Ortu Lapor PPA
SK, orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 41 Kota Gorontalo menceritakan anaknya menjadi korban perundungan (bullying).
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-siswa-di-SDN-41-Hulonthalangi-Kota-Gorontalo.jpg)
Hanya saja, pihak sekolah seakan meragukan kesaksian anak SK.
"Jelas-jelas anak saya sudah menunjuk langsung terduga pelaku tapi lagi-lagi diragukan sama pihak sekolah. Saya yakin anak saya tidak berbohong," paparnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Instansi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Dilarang Terima Pegawai Honorer Tahun 2025
Pihak sekolah justru menuding siswa lain sebagai terduga pelaku.
"Sekolah itu bahkan mendatangkan tiga orang di ruangan kepsek, anak saya diminta oleh kepsek untuk menunjuk siapa pelakunya, lagi-lagi anak saya menunjuk terduga pelaku yang sama," tutur SK.
"Setelah itu kepsek mengacak lagi posisi berdiri tiga terduga pelaku itu, lagi-lagi anak saya menunjuk orang yang sama, ini diulang sampai beberapa kali," tambahnya.
SK pun menyayangkan kurangnya keberpihakan pihak sekolah terhadap korban bullying.
Pasalnya, anak SK ini sudah lebih dari tiga kali mengalami kejadian serupa.
"Guru itu bilang 'yang penting tidak luka'. Kata-kata ini menyakiti hati saya. Saya menangis dan merasa sangat sedih dengan itu," ucap SK dengan air mata berderai.
Yang paling membuat SK sakit hati adalah pernyataan kepala sekolah tidak bisa menjamin anaknya bebas perundungan.
"Kepsek bilang mereka tidak bisa menjamin anak saya tidak di-bully lagi. Saya khawatir anak saya di-bully lagi, sementara mereka (siswa) cukup lama di sekolah," akunya.
Selain itu, orang tua terduga pelaku disebut tidak pernah meminta maaf kepada dirinya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kades Gentuma Gorontalo Utara Diduga Terlibat Pungli hingga Penyalahgunaan Dana Desa
SK telah melaporkan insiden ini ke Dinas Perlindungan Anak (PPA) Kota Gorontalo.
Ia berharap mendapat keadilan dan anaknya tidak lagi menjadi sasaran bullying di sekolah.
Respons Pihak Sekolah
Kepala Sekolah SDN 41 Hulontalangi, Ramli Pateda, memberikan klarifikasi terkait dugaan kasus perundungan terhadap siswa berkebutuhan khusus.