Berita Viral
Petaka Makan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa SD Sukoharjo Keracunan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 03, Sukoharjo, menuai petaka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menu-makan-bergizi-gratis-di-Gorontalo-yang-diluncurkan-kemarin-Senin-0612025.jpg)
Beberapa guru yang turut mengonsumsi makanan tersebut juga mengalami gejala serupa.
Kepala Sekolah SDN 03 Nunukan Selatan, Hairuddin, mengungkapkan bahwa beberapa murid tidak masuk sekolah pada hari kejadian, sehingga sisa makanan diberikan kepada guru.
“Beberapa guru ada juga yang terkena diare. Jadi ada murid yang tidak masuk sekolah, dari pada dibuang (jatah makannya), kita persilahkan gurunya menikmatinya,” ujar Hairuddin, Kamis (16/1/2025).
Gejala mual dan diare muncul pada malam hari setelah makan.
Hairuddin menduga penyebabnya adalah menu MBG yang sudah tidak layak, dengan beberapa lauk yang sudah basi.
“Kami menduga, menu pengantaran makan pagi yang tidak habis, dibagikan untuk menu pengantaran siang. Karena memang ada lauk yang basi, ada juga yang masih bagus. Begitu juga anak murid kami, ada juga yang tidak mengalami diare, mungkin kebagian lauk yang bagus,” jelas Hairuddin.
Sebagai langkah lanjut, pihak sekolah menggelar pertemuan dengan penanggung jawab dapur, pengawas, Bhabinsa, dan perwakilan BGN.
Baca juga: Polisi Selidiki Rumah di Limboto Gorontalo Diduga Sarang Prostitusi
Dalam pertemuan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjanji untuk mengevaluasi dan memperbaiki layanan mereka.
Hairuddin menegaskan, kejadian ini harus menjadi perhatian serius untuk memastikan program MBG yang bertujuan mulia tidak tercoreng oleh kejadian yang tidak seharusnya terjadi.
“Saya berharap, kasus ini menjadi perhatian serius semua pihak yang bertanggung jawab atas program nasional ini,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, juga menanggapi kejadian tersebut.
Ia menyatakan bahwa insiden keracunan di Sukoharjo akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kejadian semacam ini akan menjadi evaluasi yang amat penting bagi BGN untuk memperketat pelaksanaan SOP dalam setiap rantai proses penyiapan MBG,” ujar Hasan, Kamis (16/1/2025).
Hasan memastikan bahwa anak-anak yang sempat menjadi korban sudah ditangani di Puskesmas dan kini kondisinya membaik.
Sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan sedang diperiksa oleh Dinas Kesehatan.
“Saat ini sampel makanan yang disiapkan di SPPG (Sukoharjo) tersebut sedang diperiksa,” tambahnya.