Makan Bergizi Gratis
Penyebab Makan Bergizi Gratis Bikin Siswa SDN 03 Sukoharjo Keracunan Massal, Kini Menu Diganti
Kepala Badan Gizi Nasional beberkan penyebab keracunan masal di SD Negeri 03 Sukoharjo setelah santap menu Makan Bergizi Gratis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Sekolah-Dasar-SD-Negeri-03-Dukuh-Sukoharjo.jpg)
"Ayamnya lengket dan berlendir, berbau," lanjutnya.
Kronologi Keracunan Massal
Dikabarkan sebelumnya, sebanyak 50 siswa SDN 03 Sukoharjo mengalami mual dan pusing.
Peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun program MBG di SDN 03 Sukoharjo ini diketahui masih dalam tahap uji coba.
Insiden ini membuat para siswa mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, dan muntah setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.
Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Dukuh, Lilik Kurniasih mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.30 WIB.
"Ada beberapa siswa, saya kurang tahu jumlahnya. Yang pasti setiap kelas dari kelas satu sampai kelas 6, setiap kelas 2 orang mengalami mual, pusing dan beberapa siswa muntah," paparnya, Kamis (16/1/2025).
Menurutnya, keracunan ini kemungkinan besar karena proses masaknya.
"Isi makan bergizi gratis itu ada nasi, sayur ca wortel, tahu, ayam kentucky dan susu," ujarnya.
Lebih lanjut, mengetahui hal itu Kepala Sekolah SDN 03 Dukuh melapor ke puskesmas terdekat untuk dilakukan penanganan pertama.
"Sudah koordinasi dengan puskemas dan SPPG. Kemudian diberikan obat, setelah ini sekolah dan puskesmas Sukoharjo masih dalam pemantauan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Mahanani mengatakan data yang ia terima ada kurang lebih 50 siswa yang mengalami keracunan.
"Siswa yang mengalami mual, pusing dan muntah, sekitar 40 sampai 50 siswa-siswi," singkatnya.
Baca juga: 80 Murid di SDN 5 Bulango Utara Gorontalo Dapat Makanan Bergizi Gratis di Momen Hari Bhakti Imigrasi
Wali Murid Sayangkan Kurangnya Pengawasan
Salah satu wali murid mulai angkat suara, menyoroti ketidaktelitian dalam proses pengolahan makanan dari program Makan Bergizi Gratis.
Salah satu wali murid, Winarni (39), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengawasan kualitas makanan yang disajikan.