Human Interest Story
Meski Berusia Renta, Jafar Mahmud Tetap Jualan Sagu di Gorontalo Utara Demi Nafkahi Keluarga
Di usinya yang tidak muda lagi ia tetap berusaha mencukupi kebutuhannya dengan mengolah sagu sendiri dan menjualnya di pasar.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
Sebab, sagu selalu dicampurkan ke dalam masakan jika ingin membuat perkedel atau makanan lain berbahan dasar nike.
Baca juga: Cerita Nelayan Dumbo Raya soal Musim Nike di Gorontalo
"Jika bulan gelap atau musim nike, sagu saya habis terjual karena banyak di buru untuk dijadikan perkedel," jelas Jafar.
Usaha sagu miliknya sudah bertahun-tahun ditekuni hingga saat ini, dengan berbagai macam tantangan yang ia hadapi salah satunya usia.
Di usinya yang tidak muda lagi ia tetap berusaha mencukupi kebutuhannya dengan mengolah sagu sendiri dan menjualnya di pasar.
Baca juga: Herman Mansur, Penjahit di Pasar Sentral Kota Gorontalo Sering Pulang dengan Tangan Kosong
Menjual sagu adalah satu-satunya pekerjaan yang menjadi mata pencahariannya, sementara istrinya hanya seorang ibu rumah tangga yang selalu membantu ketika di pasar.
Jafar berharap usahnya bisa memenuhi kebutuhan keluarganya serta bisa menyekolahkan anak-anaknya ke pesanteren setelah lulus SD.
Ia bercita-cita kelak anak-anaknya menjadi Ustadz atau Ustadzah. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.