Gunung Ibu Meletus
Gunung Ibu di Halmahera Barat Maluku Meletus, Warga Diimbau Kosongkan Wilayah Kaki Gunung
Salah satu gunung di Halmahera Barat, Maluku kini kembali meletus. Gunung ini meletus pada Sabtu (11/1/2025) malam hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sfhryjfdhryj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu gunung di Halmahera Barat, Maluku kini kembali meletus.
Gunung ini meletus pada Sabtu (11/1/2025) malam hari.
Sehingganya, warga diimbau untuk mengosongkan zona kaki gunung agar tak menimbulkan korban.
Gunung api Ibu meletus pada pukul 19:45 waktu Indonesia bagian timur, mengirimkan tiang api yang tinggi membubung ke langit.
Gunung api Ibu tampak memuntahkan lahar panas dan mengeluarkan kolom asap dan abu empat kilometer ke udara.
Baca juga: FOTO-FOTO Kebakaran Polda Gorontalo Dilihat dari Udara, Tampak Satu Gedung Utama Parah
“Lava itu terlihat dua kilometer dari pusat letusan,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam sebuah pernyataan.
Gambar dari pos pemantauan gunung berapi menunjukkan kolom api berwarna merah terang dan asap tebal berwarna gelap mengepul tinggi di atas kawah gunung berapi.
Gunung berapi tersebut saat ini masih berada pada tingkat kewaspadaan tertinggi kedua.
Belum ada perintah evakuasi baru, namun pengunjung dan penduduk desa telah diberitahu untuk mengosongkan zona empat hingga 5,5 kilometer dari puncak.
Badan tersebut juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker dan kacamata pelindung jika terjadi hujan abu vulkanik.
Gunung Ibu adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, meletus lebih dari 2.000 kali pada tahun lalu.
Lebih dari 700.000 orang tinggal di pulau Halmahera pada tahun 2022, menurut angka resmi.
Gunung Api Ibu Juga Meletus pada 7 Januari 2025
Pada hari Selasa (7/1/2025), Gunung Api Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara juga meletus.
Baca juga: Keluh Warga Karena Jalanan Kota Gorontalo yang Tak Dikerjakan: Kami Seperti Korban Gunung Meletus
Menurut laporan Tribunternate.com, tak hanya sekali, Gunung Ibu meletus berturut turut dalam selang waktu 4 menit saja.