Human Interest Story
Demi Hidupi Keluarga, Penjual Martabak di Gorontalo Utara Ini Rela Tempuh Jarak 59 Km Tiap Hari
Sehingga setiap hari, Yusuf rela menempuh perjalanan 59 Kilometer (KM) dengan waktu tempuh sekira 1,5 jam dari rumah menuju lapak tempat dia berjualan
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/serdtjrj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo Utara -- Yusuf Lahay (54) merupakan seorang penjual martabak di Gorontalo Utara.
Setiap hari, Yusuf berjualan mulai pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita dengan harga martabaknya berkisar antara Rp 15 - 25 ribu.
Yusuf tinggal di Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Sedangkan lapak dia berjualan martabak berada di depan Kompi 715, Kecamatan Anggrek, kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Baca juga: Perbaiki 6 Ruas jalan di Kota Gorontalo, Pemkot Siapkan Dana Rp 12,2 M, Cek Jalan Apa Sajakah Itu
Sehingga setiap hari, Yusuf rela menempuh perjalanan 59 Kilometer (KM) dengan waktu tempuh sekira 1,5 jam dari rumah menuju lapak tempat dia berjualan.
Bukan usaha yang mudah ditekuni Yusuf.
Walaupun dirinya rela jauh-jauh dari Kabupaten Gorontalo menuju Gorontalo Utara, kadang jualannya tidak laris.
"Jika ramai maka pendapatan per malamnya sampai Rp 600 Ribu, jika sunyi apalagi cuaca hujan tentu pendapatan menurun sampai Rp 200 ribu," ungkap Yusuf kepada TribunGorontalo.com Rabu (8/1/2025) malam.
Untuk menambah pendapatan, Yusuf pun membuka cabang baru di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara pada tahun 2020.
Cabang martabak milik Yusuf di Kwandang pun dijaga oleh istrinya.
Baca juga: Keluhan Siswa Gorontalo soal Menu Makan Bergizi Gratis, Ada yang Tak Suka Susu dan Sayuran
Yusuf tidak berjualan sendiri, kadang apabila hari libur akan dibantu oleh putrinya jika pembeli sedang ramai.
Asam manisnya bekerja sudah dirasakan Yusuf saat menjalankan pekerjaan ini.
Yusuf mengatakan dulunya dia berjualan di Kota Gorontalo, namun lapak martabak milik Yusuf digusur karena saat itu akan dibangun sebuah minimarket.
Sehingga mau tak mau, Yusuf harus mencari tempat strategis yang baru.
Selain itu, dirinya hanya mengandalkan motor tua untuk mengangkut bahan-bahan martabak dari rumahnya menuju ke lapak.
Namun, dengan ditekuninya usaha martabak ini, membuat Yusuf bisa mendapatkan satu unit mobil untuk memudahkan dirinya.
Baca juga: 3 Desa di Kabupaten Bone Bolango Gorontalo Dilanda Banjir Bandang, 365 Jiwa Terdampak
Bahan-bahan yang tadinya dibawah menggunakan motor kini sudah ada mobil yang mengangkut tentu lebih aman.
Dengan batu-batu kerikil tersebut tidak membuat Yusuf menyerah, dirinya yakin bahwa usahanya akan berkembang.
Hingga saat ini, Yusuf tetap menekuni jadi penjual martabak terang bulan demi keberlangsungan hidup keluarganya.
Yusuf memiliki empat orang anak, namun satu anaknya telah meninggal dunia dan satunya lagi sudah memiliki keluarga baru.
Sementara dua anak lainnya masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan kuliah.
Baca juga: Bertahun-tahun Tanggul di Tolongio Gorontalo Utara Jebol hingga Petani Rugi
"Satunya sudah kuliah di UNG tapi masih semester awal sedangkan yang paling bungsu masih SMP," tuturnya.
Yusuf dan istrinya pun harus bekerja keras untuk bisa menyekolakan anak-anaknya sampai dengan lulus.
Yusuf beraharap di usianya saat ini bisa terus sehat dan usahanya semakin lancar demi menafkahi keluarga.
"Semoga sehat-sehat terus dan usaha makin lancar demi keluarga," tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.