Human Interest Story
Kisah Kashmir Samsudin, Seorang Pria Asal Buol Datang ke Gorontalo Demi Jadi Guru
Perjuangan Kashmir Samsudin (27) menjadi guru di SD Islam Terpadu Luqmanul Hakim di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
"Jika bertahan tidak mungkin karena untuk biaya sehari-hari, jadi saya memutuskan untuk berhenti dan mencari sekolah lain untuk mengajar," ujar Kashmir.
Kashmir pun mencoba mendaftar sebagai seorang guru di SD Islam Terpadu Luqmanul Hakim setelah dirinya melihat informasi di media sosial.
Persaingan sangat ketat dilakukan, terdapat berbagai macam tes yang diujikan kepada para pelamar salah satunya tes hafalan Qur'an.
Tibalah hasil keluar Kasmir terpilih menjadi seorang guru di sekolah tersebut.
Baca juga: Cerita Wirna Adam Penjual Nasi di Pantai Monano Gorontalo Utara
Pendapatan didapat Kashmir pun meningkat, ia mendapat gaji pokok dan tunjangan sebesar Rp 2,1 juta dan THR
Tentu hal ini membuat ia bersyukur sebagai seorang perantau dari Kabupaten Buol telah berhasil menjadi guru di sekolah Swasta dan bisa mencukupi kebutuhannya selama tinggal di Gorontalo.
Semangat dan kerja keras menjadi kunci perjuangannya di tanah rantau.
Selama mengajar di SD Islam Terpadu Luqmanul Hakim 2 tahun, saat ini ia sudah bisa membeli motor pribadi untuk keperluan sehari-hari.
Di samping itu Kashmir sudah bisa membantu keluarganya dengan mengirim sedikit uang ke orang tuanya serta ketiga adiknya yang masih sekolah.
Selain itu, ia juga sudah merasa lebih dari cukup dibanding yang sebelumnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.