Jumat, 6 Maret 2026

Berita Kota Gorontalo

Sejarah Singkat GPIG Sentrum di Kota Gorontalo, Gereja Berusia 171 Tahun

Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) Jemaat Sentrum merupakan rumah peribadatan umat Kristiani khususnya di Kota Gorontalo. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sejarah Singkat GPIG Sentrum di Kota Gorontalo, Gereja Berusia 171 Tahun
TribunGorontalo.com/Herjianto
Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) di Jalan Pangeran Kalengkongan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.  

Artinya, saat ini umur dari gereja telah mencapai usia 171 tahun. 

Ia menyebut, gereja berdiri di masa penjajah tepatnya abad ke 18 masehi. 

Gereja dibangun guna  menjadi tempat pengajaran, pendidikan dan pembinaan warga gereja. Juga tempat pengembalaan dalam rangka pengembangan spiritual, moral dan etika dalam kehidupan berbangsa bernegara. 

Bangunannya saat ini sudah mengalami perubahan signifikan. 

"Hanya tinggal bagian belakang saja yang tidak dipugar," ungkap Rusdin. 

Rusdin diketahui menjadi penjaga GPIG Sentrum Gorontalo sejak tahun 2003. 

Baca juga: Sosok Ikram Andi Taufan Hurudji, Camat Terkaya di Kabupaten Gorontalo, Punya Harta Miliaran Rupiah

Sosok Rusdin Bulumulawa, Penjaga GPIG Sentrum Kota Gorontalo

Rusdin Bulumulawa, Penjaga GPIG Sentrum Gorontalo, saat ditemui TribunGorontalo.com, Sabtu (20/12/2024).
Rusdin Bulumulawa, Penjaga GPIG Sentrum Gorontalo, saat ditemui TribunGorontalo.com, Sabtu (20/12/2024). (TribunGorontalo.com/Herjianto)

usdin Bulumulawa adalah sosok penjaga Gereja Protestan Indonesia Gorontalo (GPIG) Sentrum Gorontalo Wilayah I, Kota Gorontalo.

Lokasinya berada di Jalan P. Kalengkongan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.

Saat ini Rusdin tengah beberes mempersiapkan pelaksanaan hari Natal 2024.

"Cuma bersih-bersih sedikit saja. Kalau banyak persiapan itu nanti tanggal 24 Desember," ujar Rusdin saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Sabtu (21/12/2024).

Bukan kali ini saja, tercatat sudah 21 kali perayaan Natal, ia persiapkan di GPIG Sentrum.

"Saya dari 2003 di sini, jadi sudah mau 21 kali Natal saya lewati," ungkapnya.

Dulu kata Rusdin, ia tinggal di belakang gereja. Namun karena ada pemugaran, kembali ke kediamannya di kawasan Pabean.

Setiap pagi hari, ia datang bersama istrinya berangkat dari rumah.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved