Berita Kota Gorontalo

Sejarah Singkat GPIG Sentrum di Kota Gorontalo, Gereja Berusia 171 Tahun

Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) Jemaat Sentrum merupakan rumah peribadatan umat Kristiani khususnya di Kota Gorontalo. 

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Herjianto
Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) di Jalan Pangeran Kalengkongan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo.  

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) Jemaat Sentrum merupakan rumah peribadatan umat Kristiani khususnya di Kota Gorontalo

Lokasinya berada di Jalan Pangeran Kalengkongan, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo

GPIG hanya memiliki satu jemaat, yakni Jemaat Sentrum. Namun karena perkembangan zaman, kini GPIG telah menjadi dua yakni Sentrum dan Imanuel. 

Lokasi dari GPIG Imanuel sendiri dibangun tidak jauh dari GPIG Sentrum. 

"Bangunan gereja ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah GPIG," ujar Joni Apriyanto, Sejarawan Gorontalo, Senin (23/11/2024).

Salah satu momen bersejarah adalah proklamasi berdirinya Sinode GPIG pada 18 Juli 1965 di gedung gereja ini. 

Seiring perkembangan gereja di Kota Gorontalo, untuk menghindari kebingungan dengan jemaat lain yang juga bernama Jemaat Imanuel, pada 4 Mei 2014, jemaat ini resmi berganti nama menjadi Jemaat GPIG Sentrum Gorontalo Wilayah I. 

"Meskipun komunitas jemaat telah ada sejak tahun 1861, bangunan gereja yang ada saat ini telah mengalami berbagai renovasi, dan perubahan nama sesuai dengan dinamika perkembangan gereja dan kebutuhan jemaat dari waktu ke waktu," jelas Joni. 

Sejarah gereja pada masa kolonial Belanda di Gorontalo

Hubungan antara Gereja GPIG Sentrum Gorontalo dengan hegemoni kolonial Belanda dapat dianalisis melalui beberapa aspek historis, sosial, dan budaya :

Awal Penyebaran Agama Kristen di Gorontalo, Misi Zending Belanda

Gereja ini didirikan pada tahun 1861, saat Gorontalo masih berada di bawah pengaruh kolonial Belanda. 

Penyebaran agama Kristen di wilayah ini dilakukan oleh misionaris Protestan yang sering kali didukung oleh pemerintah kolonial.

Peran gereja dalam Kolonialisme : Gereja sering menjadi alat bagi Belanda untuk menyebarkan pengaruh budaya dan ideologi Barat. 

Dalam konteks Gorontalo, pendirian gereja ini kemungkinan merupakan bagian dari strategi kolonial untuk mengintegrasikan wilayah ini ke dalam sistem pemerintahan dan budaya kolonial.

Fungsi Sosial Gereja dalam Masa Kolonial

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved