Rekapitulasi Suara Pilkada Gorontalo
Mario Nurkamiden Sebut Ketua Bawaslu Kota Gorontalo Nyaris Walk Out saat Rapat Hanya Kesalahpahaman
Menurut Mario, insiden tersebut hanya merupakan kesalahpahaman yang terjadi saat rapat pleno berlangsung.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-KPU-Kota-Gorontalo-Mario-Nurkamiden-saat-berusaha-meredam.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua KPU Kota Gorontalo, Mario Nurkamiden, buka suara soal insiden Ketua Bawaslu Kota Gorontalo, Sukrin Taib, nyaris walk out saat Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilkada 2024, Selasa (3/12/2024).
Menurut Mario, insiden tersebut hanya merupakan kesalahpahaman yang terjadi saat rapat pleno berlangsung.
Sukrin sebelumnya menyampaikan klarifikasi terkait isu Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemilihan Suara Lanjutan (PSL) yang ramai di masyarakat, namun mendapat interupsi dari salah satu saksi pasangan calon wali kota.
"Tadi memang ada sedikit insiden, hanya salah paham terkait penyampaian Ketua Bawaslu," ungkap Mario saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com.
"Saya rasa ini wajar dalam dinamika rapat pleno terbuka. Kami juga ingin memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar dan tidak menimbulkan persepsi keliru," tambahnya.
Mario menegaskan bahwa meskipun sempat terjadi ketegangan, proses pleno tetap berjalan dengan lancar.
Ia juga mengapresiasi koordinasi yang baik antara KPU dan Bawaslu hingga saat ini, yang turut menjaga kelancaran pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Kota Gorontalo.
"Alhamdulillah, insiden ini bisa segera diselesaikan dengan komunikasi yang baik, sehingga rekapitulasi tetap berlangsung tanpa hambatan," tambahnya.
Mario berharap, kerja sama dan koordinasi antara seluruh pihak, termasuk KPU, Bawaslu, dan saksi-saksi, dapat terus berjalan dengan baik demi kelancaran tahapan pemilu hingga selesai.
Baca juga: BREAKING NEWS: Adu Mulut dengan Saksi, Ketua Bawaslu Kota Gorontalo Nyaris Tinggalkan Rapat Pleno
Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Gorontalo, Sukrin Taib, nyaris meninggalkan ruang Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pilkada 2024 Kota Gorontalo di Hotel Fox, Selasa (3/12/2024).
Insiden tersebut dipicu oleh ketegangan terkait pembahasan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Sukrin awalnya memberikan klarifikasi dan meluruskan berbagai informasi yang beredar di masyarakat mengenai PSU, Pemungutan Suara Lanjutan (PSL), serta isu-isu terkait lainnya.
Sukrin dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada PSU yang dilakukan di Kota Gorontalo, baik untuk pemilihan wali kota maupun pemilihan gubernur.
Namun, penjelasan Sukrin terhenti karena interupsi dari salah satu saksi pasangan calon Wali Kota Gorontalo.
Saksi tersebut menyatakan bahwa rapat pleno terbuka bukanlah tempat untuk Bawaslu memberikan penjelasan dan menyarankan agar isu PSU dibahas di akhir rapat.
Pernyataan ini membuat Sukrin tersinggung dan menegaskan haknya untuk menyelesaikan penjelasannya tanpa diinterupsi.
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Facebook Tribun Gorontalo