Pilkada Gorontalo
Panwascam Kota Barat Gorontalo Bicara Potensi Pemungutan Suara Ulang Pilkada 2024
Ketua Panwascam Kota Barat, Kota Gorontalo, Nuratul Azna berbicara soal pemungutan suara ulang (TPS) di Kecamatan Kota Barat
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nuratul-Azna.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua Panwascam Kota Barat, Kota Gorontalo, Nuratul Azna berbicara soal potensi pemungutan suara ulang (PSU) di Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Gorontalo, Sukrin Saleh Taib, ada tiga tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Gorontalo yang berpotensi PSU.
Ketiga TPS itu masing-masing berada di Kota Timur dua TPS, dan Kota Barat satu TPS.
Namun saat dikonfirmasi, Nuratul menyebut memang sebelumnya ada potensi PSU di salah satu TPS, tepatnya di TPS 05 Kelurahan Buladu.
"Jadi kemarin itu berdasarkan pengawasan kami, ada masyarakat yang harus memilih di TPS 05 Tuladenggi, namun yang bersangkutan datang ke TPS 05 Kelurahan Buladu," ujar Nuratul, Senin (2/12/2024).
Berdasarkan informasi, yang bersangkutan datang bersama istrinya.
Baca juga: Ketua PPK Kota Barat Gorontalo Ceritakan Insiden Pasutri Salah Masuk TPS
Namun yang memang punya hak suara di TPS tersebut hanya istrinya, sementara sang suami masih terdata sebagai pemilih di TPS 05 Tuladenggi, Kecamatan Dungingi.
Kejadian tersebut nyaris saja menjadi dasar dilaksanakannya PSU.
Beruntung surat suara yang telah dicoblos belum sempat masuk ke dalam kotak suara.
"Namun sebelum masuk kotak suara, sudah terdeteksi oleh teman-teman KPPS dan PTPS, sehingga surat suaranya dijadikan suara rusak," jelas Nuratul.
Sementara informasi potensi PSU yang disampaikan Sukrin, disebabkan kesalahan pengisian Sistem Informasi Pemilihan (Siwaslih), Nuratul menyebut memang ada dua kasus yang terjadi di Kota Barat.
"Kejadiannya itu adalah adanya saksi yang datang menggunakan baju pasangan calon," ungkapnya.
Nuratul menyimpulkan, antara kesalahan teknis pengisian Siwaslih dan kejadian pemilih yang memberikan hak suaranya di TPS yang salah, yang paling berpotensi adalah pemilih yang salah masuk TPS.
"Secara keseluruhan dari TPS hingga rekap di kecamatan semua sudah aman," pungkasnya.
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa hingga Info Menarik Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Tribun Gorontalo