Pilkada Kota Gorontalo
Ketua PPK Kota Barat Gorontalo Ceritakan Insiden Pasutri Salah Masuk TPS
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Barat, Jefri Idrus menjelaskan insiden pasangan suami istri (pasutri) salah masuk tempat pemungutan suara
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-Panitia-Pemilihan-Kecamatan-PPK-Kota-Barat-Jefri-Idrus-tengah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Barat, Jefri Idrus, menjelaskan insiden pasangan suami istri (pasutri) salah masuk tempat pemungutan suara (TPS).
Hal itu terungkap seusai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pilkada Kota Gorontalo 2024 di Kantor Camat, Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo.
Adapun insiden pasutri 'kesasar' terjadi di TPS 5 Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat.
Pasutri itu sebenarnya dijadwalkan mencoblos di TPS 5 Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi.
Akibat insiden tersebut, TPS 5 nyaris pemungutan suara ulang (PSU).
"Kondisi saat itu banyak yang antre, KPPS saat itu tidak mengecek kembali C6 dan hanya melihat nomor DPT," ujar Jefri Idrus kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (30/11/2024).
Mulanya, surat suara diterima oleh sang suami, sementara istrinya masih berada di barisan antrean.
Setelah sang suami selesai mencoblos, istrinya yang sudah siap menerima surat suara tidak diperbolehkan masuk karena beda nama kelurahan, bahkan kecamatan.
Wanita itu lantas memprotes kepada petugas PPK kala itu.
"Kalau saya tidak bisa, kenapa suami saya bisa?" kata Jefri menirukan perkataan warga tersebut.
Baca juga: Sosok Sofyan Puhi, Calon Bupati Gorontalo Peraih Suara Tertinggi Pilkada Kabupaten Gorontalo 2024
Sontak hal itu membuat KPPS dan PTPS hingga saksi meminta data pasutri bersangkutan diperiksa kembali.
Akhirnya disimpulkan bahwa dua warga Tuladenggi itu memang salah masuk TPS.
Beruntung surat suara yang sudah dicoblos seorang pria itu belum masuk ke dalam kotak suara.
"Teman-teman Panwas dan saksi meminta untuk diperbaiki," ujar Jefri.
Surat suara yang sudah dicoblos itu akhirnya masuk dalam kejadian khusus dan dihitung suara rusak.