Sabtu, 7 Maret 2026

Tribun Podcast

CEO Trans Continent Akan Investasi Pengolahan Turunan Kelapa Hingga Penggemukan Sapi di Gorontalo

CEO Trans Continent Ismail Rasyid  berencana akan menamba insvestasi bidang pertanian yakni pengolahan turunan kelapa dan penggemukan sapi.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto CEO Trans Continent Akan Investasi Pengolahan Turunan Kelapa Hingga Penggemukan Sapi di Gorontalo
SCREENSHOOT YOUTUBE TRIBUN GORONTALO
CEO Trans Continent Ismail Rasyid saat hadir dalam Tribun Podcast yang dipandu manajer Konten Tribun Gorontalo, Aldi Ponge di TribunGorontalo.com pada Jumat (22/11/2024). 

Kemudian juga  saya lihat kopra ini yang sangat yang sangat challenge, bisa lihat ya dia mulai dari lidinya bisa dipakai turunan namun ya batok kelapanya sampai dengan yang  butiran, limbahnya itu bisa diolah.

Tapi sekarang yang sangat potensial adalah untuk charcoalnya charcoal ini kan kalau di pertambangan mereka dipakai juga namanya karbon aktif itu diolah lebih tinggi lagi kelasnya dibandingkan dengan charcoal yang untuk barbeque permintaan ke luar negeri.

Pabrik yang sekarang yang ada di Jawa itu loh materialnya kurang sehingga produksinya kan kurang bersaing tapi masih bisa hidup nah teman saya punya satu pabrik dia di Bogor, dia beli tempurung itu dari dia dari mana-mana dibawa nih saya sebagai orang logistik bisa ngebayang

Jadi di lokasi kita bawa pabrik itu ke dekat material otomatis kan karena investasi ini investasi middle bukan investasi yang sangat high teknologi itu salah satu potensi yang kami lihat di sini.

Utama saya adalah supplication logistik jadi kuli angkut jadi  mengangkut apa aja secara regulasi karena kita angkut sekarang alat-alat berat yang untuk untuk semua lah. baik itu seperti untuk energi, pertambangan dan lain sebaginya.

Tribun: semuanya distribusi melalui udara, laut dan darat?

IR: Kita sesuai dengan moda transport yang kita butuhkan ya di samping itu kami juga punya izin untuk mengangkut bahan B3 artinya seperti itu ya kemudian juga kita punya izin untuk mengangkut bahan peledak untuk komersil ya komersial dan ini kan kita bisa satu umbrella.

Izin ini semua terintegrasi karena harus kita lengkapin ya harus dengan lingkungan masyarakat kemudian barang itu sendiri.

Kita punya orang yang sangat kompeten orang-orang kita kita latih untuk sehingga kita lihat dari segala pertimbangan ini kembali bahwa distribution itu, kita perlukan supaya mudah kita pola yang berikutnya dari hub distribution ini berkaitan dengan barang-barang impor dan tujuan ekspor kita akan laksanakan untuk pembukaan apa yang bisa didapat.

Jadi pusat logistik berikat itu statusnya sedikit  di bawah gudang berikat ada satu kawasan yang mendapatkan fasilitas dari bea cukai, kita mendapatkan dengan luas tertentu kita mendapatin fasilitas.

Misalnya gini kalau sekarang barang dari luar negeri mau masuk ke sini enggak bisa dikirim langsung karena tidak ada tempat penimbunan yang diawasi oleh dia itu kayak ya sehingga dengan memberikan ini industri-industri yang ada di sini  project-proyek yang ada mereka bisa memasukkan barang itu lebih awal

Kenapa lebih awal karena kadang-kadang dalam negeri ini kan memeskan kapal dengan jadwal itu kan sulit sehingga barang ini kadang-kadang mau dikirim lebih cepat enggak ada tempat penampungan dikirim lambat enggak nyampe project-nya delay sehingga dengan kondisi ini kita hanya sediakan tempatnya nih. Kita lapor ke bea cukai kita bertanggung jawab penuh terhadap barang-barang yang di Gorontalo.

Tribun: Nanti Gorontalo rencananya akan begitu (pusat logistik berikat)?

IR: itu salah satu bisnis yang akan kita lakukan kami, kemarin sudah sempat juga  ngobrol-ngobrol dengan Pak Pj Gub, nah dan beliau memahami tentang kondisi ini dan saya pikir ini adalah satu support baru buat kami karena memang itu bisnis kan saya lama di Batam. Batam itu kan kawasan bebas nah kawasan bebas tuh lebih luas lainnya jadi kalau ini nanti ada barang dari luar negeri. masuk ke Surabaya atau Jakarta enggak perlu dikirim, bisa bisa angkut terus ke tujuan tempat kita. Sampai ke sini, kita belum bayar masih ditangguhkan.

Jadi pajak impor biaya masuk  dan lain-lain karena  pemerintah memberikan kelonggaran apabila nanti barang itu enggak dipakai mau dikirim ulang lagi kan dia enggak rugi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved