Minggu, 8 Maret 2026

Berita Viral

Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Suami Korban Malah Menghilang

Seorang penjual gas elpiji dan anak balita ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya oleh warga.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Suami Korban Malah Menghilang
soumen82hazra /Pixabay
Ilustrasi seseorang yang sudah meninggal 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang penjual gas elpiji dan anak balita ditemukan tewas di rumahnya oleh warga.

Mereka ditemukan di rumahnya Perumahan AIra 3, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (28/11/2024) malam.

Sedangkan suami korban tidak ada yang tahu keberadaannya.

Baca juga: Wanita Ini Viral Gegara Jagoannya Menang Pilkada 2024 di Dompu, Joget Tanpa Busana di Jalan

Jasad kedua korban ini telah dibawa ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekitar pukul 01.16 WIB, Jumat (29/11/2024) dini hari.

wdsbviekbfv
Tim inafis dari Polresta dan anggota lainnya, ketika mengevakuasi jenazah korban, Indah Wati (32) yang diduga korban pembunuhan oleh suaminya di Air Itam ke mobil jenazah milik Polda Babel, Jumat (29/11/2024) dini hari WIB.

Menurut Ketua RT Ketua RT 01 Kelurahan Temberan, Heri, korban telah tinggal di perumahan tersebut sekitar satu tahun.

Korban tinggal bersama suaminya dan seorang anak kecil.

Korban dikenal sebagai penjual gas elpiji.

"Saya pertama kali mendapat kabar dari laporan masyarakat bahwa ada penemuan mayat di rumah korban. Ketika tiba di TKP, kondisi rumah gelap lampu mati, semua pintu terkunci, dan korban ditemukan tergeletak bersimbah darah," jelas Heri.

Menurut Heri, suami korban tidak berada di lokasi saat kejadian.

Baca juga: Polisi Tembak Siswa SMK hingga Tewas di Semarang Belum Ditetapkan Jadi Tersangka, Ada Apa?

Heri mengaku, pertama kali mendapatkan kabar penemuan mayat di Perumahan Aira 3 Kelurahan Tamberan dari laporan masyarakat dan keluarga korban.

"Tadi saya ditelepon warga ada penemuan mayat, terus saya telepon Pak Bhabinkhamtibmas tapi belum respon dan saya minta wakil ketua RT ke TKP untuk melihat kondisi korban karena saya waktu itu ada kerjaan," kata Heri.

"Ketika sampai TKP kami langsung telepon polisi, memang kondisi korban (ibu) tergeletak bersimbah darah dan sudah meninggal dunia," terang Heri.

"Ada anaknya satu masih balita kurang lebih satu tahun, tapi saya kurang tahu karena mereka selama di sini jarang kumpul bersama tetangga," kata Heri.

Heri mengaku belum mengetahui siapa pelaku pembunuhan itu.

Baca juga: Ricuh Di Pilkada Puncak Jaya Papua, 94 Orang Luka, 40 Rumah Dibakar, Berikut Fakta-faktanya!

"Belum dapat info siapa diduga pelaku, tapi suami korban sudah tidak ada di rumah dan kondisi rumah ketika kita datang gelap lampu mati dan semua pintu terkunci," kata Heri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved